Lima Momen Istimewa dalam Sejarah Melayu
Anggota Rushdiyah Club di Cairo, tahun 1906.
Oleh: Abang Mat
Melayu... suku yang wilayahnya terdiri dari ribuan pulau, sehingga provinsinya dinamakan kepulauan Riau. Wilayah bersejarah di ujung selat Melaka yang termasyhur dengan bahasanya yang indah ini mempunyai berjuta cerita tentang masa lalunya. Bukan hanya cerita tentang makanan-makanannya yang lezat dan musiknya yang menyenangkan perasaan. Inilah lima momen istimewa dalam sejarah melayu ...
1. Tahun 1511 ... Mahmud Shah I melarikan diri dari Melaka ke Riau, beliau diselamatkan orang-orang melayu di Bintan. Tak lama setelah itu beliau dinobatkan sebagai Sultan Riau. Republik yang berubah menjadi Monarki. Mahmud dinobatkan sebab mengingat dia adalah keturunan dari orang Melayu Riau yang berlayar ke semenanjung dan mendirikan kota Melaka pada abad 11. Melaka pada saat pelariannya terdiri dari lima kampung, satu pelabuhan, satu benteng, satu mesjid, satu istana, satu pasar, dan satu mahkamah. Di setiap perkampungan, ada surau dan madrasah. Penobatan ini didukung suku Melayu yang ada di semenanjung Malaya dan setengah timur Sumatra, dengan mempertimbangkan besarnya pengaruh kesultanan Riau. Mahmud Shah I tak memilih Temasek sebab pulau itu masih dalam jangkauan prajurit Portugis.
2. Tahun 1722 ... Pertempuran antara Raja Kecik melawan Sultan Sulaeman. Dua-duanya sama-sama didukung prajurit Melayu, bedanya adalah daeng bersaudara bergabung dengan kubu Sultan Sulaeman. Pasukan Sultan Sulaeman menang jumlah, dengan perbandingan prajurit saat itu 5:1. Akhirnya pertempuran yang terjadi di Bintan ini dimenangkan kubu Sultan Sulaeman. Sehingga beliau menjadi Sultan Riau dengan nama Sulaeman Badrul Alamshah I. Di zamannya dibuat jabatan bernama Yang Dipertuan Muda Riau. Kenapa nama jabatannya Yang Dipertuan Muda Riau?... Karena mengikut nama negaranya. Seperti Menteri Luar Negeri Luxemburg dan Menteri Luar Negeri Singapura, yang menjelaskan jabatan dan nama negaranya. Seandainya waktu itu negaranya adalah Johor, maka nama jabatannya adalah Yang Dipertuan Muda Johor.
3. Tahun 1784 ... Riau Oorlog. Yang dalam bahasa Melayu artinya Perang Riau. Perang antara kerajaan Belanda melawan kesultanan Riau. Sultan Mahmud III memimpin negaranya dari serbuan prajurit Belanda, yang perlengkapan perangnya dilengkapi dengan teknologi-teknologi canggih pada masa itu. Belanda sudah memakai senapan dan meriam. Sementara Melayu masih mengandalkan pedang. Sultan bersama keluarganya akhirnya terpaksa mengungsi ke Lingga, bersama pengawal-pengawal setianya. Dan tinggal disana sampai wafat. Perang ini tak dinamakan Perang Johor sebab Locus Delictie nya adalah di negara Riau. tepatnya di Bintan. Di tahun itu negara bernama Johor tidak ada. Angkatan darat yang mempertahankan Riau dan angkatan laut yang menyerang Melaka adalah prajurit kesultanan Riau.
4. Tahun 1811... Mahmud Shah III wafat. Beliau digantikan Abdurrahman yang saat itu berada disampingnya, sesuai dengan adat istiadat Melayu. Hussein anak tertuanya tetap mau dengan haknya menjadi sultan Riau. Akhirnya lelaki yang lahir dan besar di Daek ini menjadi raja di pulau yang jauh dari tanah kelahirannya, yaitu di Singapura. Dengan dukungan Inggris dan orang-orang Melayu disana. Hussein dinobatkan menjadi Sultan Johor, negara baru yang diciptakan hasil dari Traktat London. Perjanjian bersejarah ini terjadi pada saat Eropa mulai lancar, sembilan tahun setelah selesainya perang Napoleon. Hussein menamakan kawasan tempat tinggal barunya di Singapura dengan nama kampong Glam, untuk mengenang kampung halamannya di Lingga yang sering dia rindukan. Keluarga Hussein bertahan sampai dua generasi menjadi Sultan Johor di Singapura.
5. Tahun 1947 ... dewan Riouw didirikan. Diketuai encik Mohamed Apan. Dewan Riouw adalah parlemen wilayah (kepulauan) Riau, setelah perang dunia kedua selesai. Sebuah wilayah berpemerintahan sendiri, yang berada dalam perlindungan Belanda. Yang dulunya bernama karesidenan Riouw. Anggotanya terdiri dari perwakilan suku Melayu yang ada di Bintan, Karimun, Lingga, Singkep, Natuna, dan Tambelan. Dan beberapa orang China di Bintan. Selama tiga setengah tahun pemerintahan Riau berjalan dengan lancar. Adanya upaya dari keturunan orang-orang melayu Riau di Singapura yang mendukung pendirian ulang kesultanan, tak dikehendaki pejabat Riouw di Tanjungpinang saat itu. Singkat cerita, utusan-utusan dari dewan Riouw inilah yang mewakili wilayah (kepulauan) Riau dalam konferensi inter Indonesia dan konferensi meja bundar di Belanda, diketuai Raja Mohamed.
Inilah lima momen istimewa dalam sejarah Melayu. Suku yang bahasanya dijadikan bahasa Indonesia. Ada juga kisah-kisah istimewa lainnya tapi tak mungkin diceritakan semuanya disini. Untuk mengenang bekas wilayah jajahannya di Asia yang membentang dari selat melaka sampai ke laut Melayu Utara di Natuna, Belanda menamakan sebuah jalan di Amsterdam dengan nama Riouwstraat. Terima kasih Belanda... kami mensyukuri kebaikanmu.
---
Penulis adalah sosok yang senang belajar bahasa Inggris dan merasa mujur sudah mempelajarinya sejak kecil. Stand By Me karya Ben E King adalah lagu kegemarannya.

Komentar Via Facebook :