Bangsa yang Paling Saya Kagumi
Presiden Amerika Serikat.
Oleh: Abang Mat
Humble... Low Profile... Down to Earth... dan Humiltity. Satu kata yang disejajarkan untuk mewakili empat kata ini adalah membumi. Kata inilah yang terbayang saat saya mengingat bangsa Amerika. Pemenang perang dunia dan pemenang perang dingin. Sang pencipta Instagram, saluran masyarakat yang setiap jam dipakai miliaran orang di dunia.
Kenapa orang-orang Amerika membumi? Khususnya pejabat, seleb, dan konglomeratnya. Dengan semua keadaan yang mereka ada. Negaranya terkuat dan terkaya di dunia, bahkan salah satu yang terbesar di dunia. Pendiri lembaga-lembaga penting dunia. Perusahaan-perusahaannya terkaya di dunia. Kota-kotanya luar biasa mentereng dan mempesona. Sejarahnya sudah berabad-abad. Pembuat teknologi-teknologi canggih. Laptopnya keren-keren. Universitas-universitasnya terbaik di dunia. Pusat perfilman dunia. Pusat musik dunia. Pusat konglomerat dunia. Perpolitikannya menentukan arah peradaban dunia. Dollarnya tinggi. Pemilik Marina Bay Sands. Paling banyak bersedekah. Dan penampilannya cenderung sempurna. Apa alasan mereka untuk tidak sombong? Tidak ada. Tapi kenyataannya justru mereka sangat membumi. Bahkan merekalah bangsa paling membumi yang pernah ada di dunia, bangsa Amerika. Yang beribukota di Washington.
Amerika adalah satu-satunya negara yang didirikan oleh orang-orang kaya. Kumpulan para tuan tanah yang bersatu dengan niat untuk mendirikan negara yang bermanfaat bagi umat manusia dan dunia. Pembelian Louissiana, Florida, dan Alaska, bergabungnya California dan Texas, sekaligus digabungkannya Hawaii, membuat Amerika menjadi salah satu negara terbesar di dunia. Yang membuat mereka memiliki pantai timur sekaligus pantai barat benua barunya, bahkan sampai pulau-pulau di pasific. Peran mereka di pemerintahan, bisnis, militer, teknologi, dan kebudayaan, menjadikan negara mereka sebagai satu-satunya negara adidaya di dunia modern. Mereka adalah keturunan penjelajah lautan dan pembuat teknologi canggih. Telpon, televisi, pesawat, internet, dan bom atom adalah buatan bangsa mereka. Home Alone, Popeye, WWF, Enema of the State, dan daftar 100 manusia paling berpengaruh dalam sejarah adalah buatan mereka juga. Made in USA.
Dasar dari semua yang membuat bangsa Amerika begitu membumi adalah karena mereka sudah jaya berabad-abad. Sudah lebih dari 14 generasi mereka berjaya. Mereka adalah keturunan perantau-perantau dari Eropa Barat yang sangat mapan, awalnya adalah orang-orang Inggris, Scottish, dan Welsh. Bukan cuma mapan dari segi permodalan tapi juga dari segi keilmuan dan teknologi. Mereka orang-orang kaya yang menjalani kehidupan baru di benua baru, meninggalkan benua lamanya dan negaranya yang sudah kaya, karena tak senang hidup langsung dibawah pemerintahan kerajaan. Itulah generasi pertama bangsa Amerika di benua Amerika. Yang awalnya mendirikan kota-kota di tepi pantai timur pada abad 16. Jadi secara kejiwaan, mereka tak ada perasaan ingin diketahui kaya, ingin dianggap kaya, dan ingin diakui kaya. Mereka tak peduli saat dianggap tak kaya. Sanjungan dan pengaguman tak menjadikan mereka sombong, apalagi sampai angkuh.
Orang Amerika, mereka juga manusia yang tak lepas dari kekhilafan. Ada kalanya mereka berbuat salah. Misalnya di masa lalu berkelahi dengan orang Indian karena berbeda pandangan. Tapi mereka adalah kelompok manusia yang menyadari kesalahan dan segera memperbaiki diri saat mereka bersalah (dan sebaliknya). Karena falsafah hidup mereka adalah bermanfaat di dunia dan meninggalkan nama baik. Itu sebabnya kita bisa melihat peninggalan-peninggalan mereka di negaranya sampai sekarang, kota-kota yang didirikan nenek moyang mereka, contohnya seperti Boston dan New Orleans. Dan negara mereka yang sangat berjaya tentunya, yang penuh dengan prestasi membanggakan. Pembentukan jatidiri bangsa mereka telah dimulai sejak negara mereka didirikan pada abad 18. Dengan bimbingan pendiri negara mereka, George Washington. Itu sebabnya antara orang Amerika dengan orang Eropa, agak berbeda. Walaupun sama-sama orang barat.
Peradaban barat banyak menghasilkan pemikir-pemikir hebat. Mulai dari zamannya Plato, Erasmus, Descartes, Freud, sampai Dale Carnegie. Semua ajaran tokoh-tokoh ini menjadi ilham bagi mereka. Mereka juga tak gengsi belajar dari peradaban-peradaban lain, misalnya dari ajaran-ajarannya nabi Muhammad SAW dan sahabat-sahabatnya. Semua ajaran-ajaran yang baik itu, diajarkan nenek moyang mereka kepada mereka, kemudian mereka terapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Dan diturunkan kepada anak cucu mereka. Begitu seterusnya. Bukan hanya diajarkan oleh orangtua di rumah, tapi juga guru di sekolah dan tokoh-tokoh bangsa mereka. Seperti para pejabat-pejabat mereka. Melakukan yang terbaik dalam setiap urusan adalah kebiasaan mereka. Itu sebabnya banyak karya-karya mereka adalah karya-karya yang tak ternilai. Mulai dari kota, film, lagu, gawai, sampai rumah-rumah mereka.
Bangsa mereka pernah diserang presiden negara dunia ketiga di depan umum, tapi apakah mereka balas dengan kata-kata juga? Atau dengan pemboman? Tidak. Karena itu bukan kepribadian bangsa mereka. Mereka juga pernah diserang Jepang saat sedang tidur. Apa pembalasan mereka? Meluluh lantakkan Hiroshima dan Nagasaki. Mereka begitu karena mereka mempunyai standar yang tinggi. Dua bangsa yang pernah menyerang mereka itu dulunya adalah bangsa-bangsa yang pernah mereka tolong. Bangsa Indonesia bisa mendapatkan kedaulatannya berkat adanya tekanan dari Amerika kepada Belanda, sehingga Belanda terpaksa rela melepaskan permatanya yang sangat bernilai dan paling dibanggakan. Begitu juga dengan bangsa Jepang. Mereka juga tak menghalangi orang-orang Indian berjaya, bahkan menyediakan keadaan supaya orang Indian mudah berjaya. Kehidupan mereka berpedoman kepada ajaran-ajaran yang benar.
Dari segi penampilan, sangking membuminya mereka, banyak yang ingin berkulit coklat, seperti orang-orang nusantara. Artinya mereka tidak perlu dengan pengaguman-pengaguman karena mereka berkulit putih. Karena pandangan mereka terhadap diri mereka bukan ditentukan oleh pandangan orang lain. Keadaan ini disebabkan karena mereka hampir semuanya sama. Kalau si A bermata biru, si B bermata hijau. Itulah sebabnya di antara mereka sangat jarang ada yang merasa paling cantik atau merasa paling ganteng, apalagi sampai iri dengki. Karena semuanya berhidung mancung dan berbadan tinggi tegap. Itu memang sudah jadi kekhasan dan takdir mereka. Bangsa Amerika yang saya maksud disini adalah yang keturunan Inggris, keturunan Irlandia, keturunan Denmark, keturunan Belanda, dan keturunan Jerman. Yang berasal dari Eropa, yang ras Kaukasia. Yang telah saling kawin campur sejak lebih dari 400 tahun yang lalu, menjadi bangsa Amerika.
Mereka tidak mengaku-ngaku mereka hebat, atau bahkan mengaku yang terhebat. Padahal stasiun luar angkasa mereka yang buat, hotel-hotel mereka di semua kota-kota besar dunia, dan pangkalan militer mereka ada di seluruh dunia. Mereka tidak mengumbar-ngumbar kekayaan. Tidak mengungkit-ngungkit jasa mereka. Tidak menuntut balas pertolongan mereka. Tidak membuat citra musuh mereka menjadi buruk. Bahkan tidak takut menjayakan saingan-saingan mereka. Mereka tidak meluluh lantakkan China dalam perang Korea, disaat mereka mempunyai sebab untuk melakukannya dan disaat mereka bisa melakukannya dengan sangat mudah. Sesuai dengan hadist rasul yang mengatakan, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat. Mereka perkasa tapi tidak jumawa. Mereka tak jumawa bukan karena mereka pernah kalah atau takut kalah, tapi karena mereka memang benar-benar membumi. Karena ajaran-ajaran pendiri negara mereka dan orangtua-orangtua mereka.
Kehadiran mereka banyak membawa manfaat di negara-negara tempat mereka berada. Johanesburg, Dubai, dan Hongkong bisa seperti sekarang karena peran teknologi-teknologi yang mereka buat. Melalui pemodal-pemodal mereka, mereka membangkitkan perekonomian di semua benua. Mulai dari Asia sampai Afrika. Bahkan Eropa Barat yang hancur lebur kota-kotanya setelah perang dunia kedua, diselamatkan dengan pertolongan rencana Marshall. Penciptaan lapangan kerja, penerimaan dari pajak, dan peningkatan perekonomian adalah manfaat-manfaat yang didapat dari pemodalan pemodal-pemodal amerika. Di stasiun luar angkasa yang mereka ciptakan, mereka mengajak astronot-astronot dari negara lain untuk merasakan kehidupan di luar angkasa. Berkat kemajuan teknologi yang mereka ciptakan dan triliunan modal yang mereka keluarkan. Bayangkan... di langit mereka bikin stasiun. Seolah-seolah tak masuk akal.
Mereka tidak rasis. Buktinya adalah mereka memudahkan kiprah Michael Jackson sebagai seorang penyanyi dalam mencapai ketenaran dan kejayaan. Bahkan Michael Jackson sampai bergelar raja pop dunia. Dan dikenang sebagai penyanyi terjaya di dunia. Mereka tak menghalangi Michael Jackson dan orang-orang negro lainnya untuk berjaya, demi penyanyi dari ras mereka yang tenar, yang mewakili Amerika di pentas dunia, dan yang bergelar raja pop. Begitu juga halnya dengan Michael Jordan dan Mike Tyson. Mereka justru menolong orang-orang yang bukan dari ras mereka, untuk menjadi lambang di bidangnya masing-masing. Tanpa dengan mengharapkan balasan dari orang-orang yang mereka mudahkan jalannya ini. Yang paling beken contohnya adalah Barack Obama, politisi yang ahli berpidato. Sampai menjadi presiden. Presiden negara adidaya. Ayahanda beliau adalah seorang negro. Bilal pertama dalam sejarah islam.
Ditelusuri dari sejarah peradaban manusia, leluhur bangsa Amerika adalah dari keturunan Sam. Anak Nabi Nuh yang paling baik. Itu sebabnya mereka dianugerahkan penampilan yang sempurna. Mereka dianugerahkan postur yang cenderung sempurna, terutama mata yang indah. Karena datok dan nenek moyang mereka adalah orang-orang yang sangat baik. Itulah arti adilnya Allah, Allah maha adil. Yang terbaik lah yang mendapatkan hadiah yang istimewa dari Allah, tuhan pencipta alam semesta. Apapun agamanya, yaitu kesempurnaan penampilan dan pemikiran. Begitulah Allah dan kuasanya. Dalam hal ini, bukan hanya mereka tapi juga semua keturunan ras kaukasia yang berasal dari negara-negara barat. Termasuk Australia dan New Zealand yang berada di Asia. Contoh kesempurnaan mereka bisa dilihat pada seleb-seleb mereka, seperti Leonardo Dicaprio dan Amber Heard. Yang lebih tua bisa dilihat pada George Clooney.
Akhir kata, saya menganggap mereka sebagai bangsa paling baik di dunia. Kenapa saya anggap paling baik? Karena mereka adidaya. Bahkan satu-satunya adidaya. Mereka adalah bangsa yang sangat baik. Sebagai yang terhebat di planet bumi mereka memimpin lewat keteladanan, lewat contoh, dan lewat pengamalan langsung. Mereka sangat baik bukan artinya mereka sempurna. Tapi bila dibandingkan dengan bangsa-bangsa lainnya, atau setidaknya dengan semua bangsa yang pernah menjadi bangsa adidaya, mereka jelas adalah yang terbaik. Bangsa yang tulus ikhlas menolong bangsa-bangsa lain di dunia, terutama bangsa-bangsa di negara dunia ketiga.
LONG LIVE UNITED STATES !!!
---
Penulis adalah penggemar Blink 182, pengagum presiden-presiden Amerika Serikat, dan pemuja Christina Hendricks. Mendambakan Amerika Serikat menjuarai Piala Dunia 2026.

Komentar Via Facebook :