Penyidik Polresta Barelang Kantongi Petunjuk Penting Penyebab Ledakan KM Federal II, 46 Saksi Sudah Diperiksa
Korban Ledakan Kapal Federal II Saat Akan Dievakuasi. (Foto: istimewa)
Batam, Batamnews – Penyidikan kasus ledakan kapal KM Federal II yang menewaskan 14 pekerja di kawasan PT ASL Shipyard memasuki tahap penting. Penyidik Polresta Barelang telah mengantongi petunjuk awal mengenai penyebab ledakan tersebut. Temuan ini berasal dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Labfor Mabes Polri, yang kini menjadi dasar untuk segera menggelar perkara menentukan tersangka.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolresta Barelang Kombes Zaenal Arifin. Ia menegaskan bahwa petunjuk yang diterima penyidik mengarahkan pada dugaan kuat mengenai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan di palka kapal tersebut.
"Petunjuk itu hasil olah TKP Mabes Polri yang sudah kita terima, petunjuk itulah yang akan menjadi bahan penting saat melakukan gelar perkara nanti," katanya, Selasa (18/11) sore.
Namun, Zaenal belum bersedia mengungkap isi detail temuan tersebut. Ia menyebutkan bahwa informasi tersebut merupakan bagian dari materi gelar perkara, sehingga tidak dapat dipublikasikan sebelum proses resmi dilaksanakan. Ia juga berharap penetapan tersangka dapat segera diumumkan mengingat besarnya korban jiwa dalam peristiwa tragis itu.
"Penetapan tersangka setelah hasil gelar perkara nanti," ujarnya.
Dalam proses penyidikan yang masih bergulir, Polresta Barelang telah memeriksa 46 orang saksi, mulai dari pekerja yang selamat, saksi mata di lokasi, teknisi kapal, Safety Officer, tim HSE, hingga jajaran manajemen dan subkontraktor perusahaan. Zaenal menyebutkan bahwa seluruh keterangan tersebut krusial agar proses hukum berjalan objektif dan menyeluruh.
"Semua aspek akan kita dipertimbangkan,” tambahnya.
Korban Tewas Mencapai 14 Orang, Puluhan Lainnya Luka Berat dan Kritis
Ledakan hebat KM Federal II menjadi salah satu tragedi industri paling mematikan yang pernah terjadi di Batam. Berdasarkan pendataan sementara, korban ledakan tersebar di beberapa rumah sakit di Batam.
Di RS Elisabet Batu Aji, tujuh korban dilarikan. Empat dinyatakan meninggal dunia yaitu:
• Chandra Pasaribu (36)
• Krisman Simatupang (51)
• Ramadhani Risky Nasution (19)
• Habibulloh Siregar
Tiga lainnya—Fikri Krisnawan (23), Thomas Alfa (41), dan Mijrebel Siregar—masih dalam kondisi kritis.
Di RS Embung Fatimah, dua korban meninggal yakni:
• Anton (48)
• Frenki Protes Pane (41)
Keduanya telah diserahkan ke keluarga setelah proses identifikasi.
RS Aini menerima korban paling banyak, yakni 15 orang. Empat di antaranya meninggal dunia:
• Andi Haryono
• Idris Sardi
• Dhimas Saputra
• Maradong Tampubolon
Enam orang lainnya mengalami luka berat dan kritis:
• Idaya Putra
• Arrafi Husen
• Roni Andreas Harefa
• Imam
• Midun Siburian
• Edison Baktiar Napitupulu
Lima korban lain mengalami luka ringan.
RS Graha Hermin menampung tujuh korban, dengan enam korban luka berat yakni:
• Dedi Supardi Rajagukguk (31)
• Krisna Ramadhan (24)
• Alvito Dinova (25)
• Abdul Munir (28)
• Dhani Darusman (41)
• Sodikin (23)
Satu korban luka ringan tercatat atas nama Ceni Sihombing (22).
Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban serta menjadi perhatian publik mengingat tingginya jumlah pekerja yang menjadi korban. Dengan adanya hasil Labfor Mabes Polri dan pemeriksaan intensif terhadap 46 saksi, masyarakat kini menantikan hasil gelar perkara yang akan menentukan pihak yang bertanggung jawab atas tragedi kelam ini.

Komentar Via Facebook :