Tim PKM-MK UMRAH Berdayakan Masyarakat Pulau Penyengat, Edukasi Produksi Minyak Gamat dengan Teknik Penyulingan Sederhana
Tim PKM-MK menggelar workshop di Rumah Produksi Minyak Gamat Mak Ngah, Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang pada 24–25 Oktober 2025. (Foto: istimewa)
Tanjungpinang, Batamnews – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)-MK Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat pesisir.
Melalui kegiatan edukasi tentang pemanfaatan proses penyulingan sederhana untuk menghasilkan minyak atsiri berbahan tambahan minyak gamat, tim PKM-MK menggelar workshop di Rumah Produksi Minyak Gamat Mak Ngah, Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang pada 24–25 Oktober 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh para pelaku UMKM dan masyarakat setempat yang selama ini dikenal memproduksi minyak gamat sebagai produk khas Pulau Penyengat.
Tim PKM-MK UMRAH terdiri dari tujuh dosen lintas program studi, yaitu Tety Kurmalasari, Zaitun, Nevrita, dan Dody Irawan dari Prodi Magister Pedagogi; Muhamad Al Rasyid dari Prodi Pendidikan Kimia; Fitria Ulfah dari Prodi Sosial Ekonomi Perikanan; serta Musliha dari Prodi PBSI. Kegiatan ini turut melibatkan tujuh mahasiswa Magister Pedagogi dan dua mahasiswa Pendidikan Kimia sebagai pendamping.
“Kegiatan PKM-MK dengan tema Edukasi Masyarakat Pulau Penyengat dalam Pemanfaatan Gamat sebagai Minyak Tradisional Kawasan Pesisir dengan Metode Penyulingan Sederhana telah dilaksanakan di Rumah Produksi Minyak Gamat Mak Ngah, Pulau Penyengat, pada hari Jumat dan Sabtu, pukul 08.00 WIB sampai selesai yang didanai oleh LPPM UMRAH tahun anggaran 2025,” ungkap Ketua Tim, Tety Kurmalasari.
Selama workshop, peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga melihat langsung proses penyulingan minyak atsiri dari bahan tambahan minyak gamat menggunakan teknik sederhana. Tim juga menyerahkan sejumlah alat produksi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi minyak gamat masyarakat Pulau Penyengat.
Tety berharap kegiatan ini mendorong kesadaran dan semangat wirausaha masyarakat kepulauan dalam memanfaatkan hasil laut seperti gamat atau teripang sebagai minyak tradisional bernilai ekonomi.
“Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan terbangunnya semangat wirausaha masyarakat kepulauan dalam memanfaatkan alam sekitar, khususnya gamat/teripang untuk dijadikan sebagai minyak tradisional,” ujarnya.
Kegiatan PKM-MK disambut antusias oleh para pelaku UMKM minyak gamat dan peserta workshop. Suasana dialog interaktif tercipta melalui sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber, memperlihatkan besarnya minat masyarakat terhadap inovasi pengolahan minyak gamat.
“Kami sangat senang sekali dengan kehadiran Tim PKM-MK UMRAH dengan tujuan untuk mengedukasi kepada kami terkait cara penyulingan sederhana minyak atsiri sebagai komposisi minyak gamat, ini membuka pikiran kami bahwa cara tradisional yang kami gunakan ternyata dapat diganti dengan alat modern yang mampu menghasilkan produk yang lebih banyak lagi,” ungkap Mak Ngah, Penggiat UMKM Minyak Gamat di Pulau Penyengat.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata UMRAH dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal, memperkuat ekonomi kreatif masyarakat pesisir, serta menjaga kearifan lokal melalui inovasi dan sentuhan teknologi.

Komentar Via Facebook :