Akses Ditutup 4 Bulan, UMKM Genta 1 Batam Serukan "UMKM Mati" ke Wali Kota
Sejulah Warga Genta 1 Melaksanakan Aksi di Depan Kantor Wali Kota Batam, Selasa (04/11/1025).
Batam, Batamnews - Dengan suara lantang dan langkah tegas, ratusan warga dan pelaku UMKM Genta 1 mendatangi Kantor Wali Kota Batam, di Teluk Tering, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Suasana pagi itu panas, bukan hanya oleh terik matahari, tapi juga oleh rasa geram yang memuncak.
"UMKM Mati!" Begitu tulisan yang terpampang jelas di ikat kepala dan spanduk mereka. Ini bukan sekadar protes biasa.
Ini adalah jeritan hati para pelaku usaha kecil yang napas hidupnya tercekik sejak akses jalan ke Perumahan Genta 1, Batu Aji, ditutup empat bulan lalu.
Baca juga: Erlita Amsakar: PP PAUD Batam Motor Penggerak Kualitas PAUD
Aksi yang dipimpin Syarial Lubis ini berlangsung tertib, namun penuh tekad. Mereka membawa mobil komando dan bendera Merah Putih, simbol bahwa yang mereka perjuangkan adalah hak untuk menafkahi keluarga.
"Kami datang bukan untuk meminta-minta atau bantuan sosial. Kami datang menuntut hak kami untuk bisa berusaha!" ujar seorang pengunjuk rasa dengan suara menggelegar.
Janji pemerintah yang disebut pro-UMKM kini dipertanyakan. "Bapak Wali dulu berjanji pro UMKM. Tapi mana buktinya? Empat bulan jalan ditutup, UMKM mati."
Mereka menuntut dua hal: akses jalan segera dibuka, dan bertemu langsung dengan Wali Kota Batam. Teriakan "Tolong pertemukan kami dengan Wali Kota!" menggema di halaman kantor itu.
Puncaknya, sekitar pukul 09.25 WIB, perwakilan mereka akhirnya diterima audiensi. Di ruang rapat, Wali Kota Batam Amsakar Ahmad duduk bersama jajarannya, berhadapan dengan 12 perwakilan warga yang mewakili kepentingan ratusan orang.
Dari pihak pemerintah, alasan penutupan jalan diutarakan. Kabid Bina Marga, Dohar, menjelaskan bahwa penutupan dilakukan demi keselamatan pengendara, berdasarkan kajian bersama Dinas Perhubungan untuk meminimalisir kecelakaan.
Wali Kota Amsakar Ahmad pun menambahkan: pemerintah akan mengkaji ulang sebelum memutuskan.
"Jangan risau, nanti kita carikan jalan alternatif. Kalau akses itu dibuka, kita harus lihat dulu dampaknya terhadap lalu lintas," katanya. Ia berjanji, jika analisa tim menyatakan tidak ada pengaruh terhadap kemacetan, akses akan dibuka.
Namun, bagi warga, alasan itu sudah tidak relevan. Syarial Lubis dengan tegas membantah.
Baca juga: Pembangunan Kantor Lurah Sukajadi Ternyata Belum Kantongi PBG, Warga Minta Ditunda
"Memang dulu sering macet karena tidak ada petugas di simpang itu. Tapi sekarang polisi sudah banyak bertugas mengatur lalu lintas," paparnya.
Bahkan, sebelumnya mereka telah audiensi dengan Satlantas dan Dishub, yang menyatakan tidak masalah jalan dibuka asalkan dipasang lampu merah.
Audiensi itu berakhir dengan ultimatum dari warga: mereka memberi waktu dua hari kepada pemerintah untuk membuka jalan. Jika tidak, aksi yang lebih besar mengancam. Perjuangan warga Genta 1 belum berakhir. Mereka pulang dengan satu tekad: hak hidup usaha mereka harus dikembalikan.

Komentar Via Facebook :