Jawab Tantangan Industri, PLN Batam Pacu Transisi Energi Berkelanjutan
PLN Batam.
Batam, Batamnews - Di halaman Gedung Korporat PLN Batam, Engku Putri, Batam Centre, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80 berlangsung khidmat, namun sarat dengan pesan perubahan.
Lebih dari sekadar upacara, momen ini menandai komitmen baru: percepatan transisi energi bersih di kota industri itu.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, yang hadir sebagai inspektur upacara, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Tujuannya satu: mendorong pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada energi bersih.
“Delapan puluh tahun lalu, listrik menyalakan harapan. Kini, listrik adalah nadi kehidupan dan simbol kemajuan. Batam harus menjadi contoh kota energi bersih di Indonesia,” tegas Amsakar.
Ia mengapresiasi langkah PLN Batam yang gencar meningkatkan keandalan pasokan listrik, memperluas pemanfaatan energi terbarukan, dan mendukung industri yang ramah lingkungan.
Baginya, pembangunan energi bersih bukan hanya untuk mendukung dunia usaha, tetapi juga memastikan seluruh warga menikmati manfaat kemajuan kota.
Tema peringatan tahun ini, “PLN Transformation Towards Green”, menjadi cermin komitmen itu. Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, menyatakan momentum HLN ke-80 sebagai pengingat bahwa transformasi harus bergerak dari wacana menjadi aksi. Ia meyakini energi listrik bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan fondasi kemajuan.
“Kami terus memperkuat sistem kelistrikan, mengoptimalkan digitalisasi, dan memperluas pemanfaatan energi terbarukan di Batam dan Kepulauan Riau,” ujar Kwin.
Komitmen itu dibuktikan dengan sejumlah proyek nyata. PLN Batam telah mengoperasikan 50 megawatt dari total 100 MW Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sewa Batam, hasil kolaborasi dengan PT Maxpower Indonesia.
Tambahan kapasitas ini menjadi penguat pasokan listrik bagi sektor industri, bisnis, dan pusat data yang terus tumbuh.
Tidak berhenti di situ, PLN Batam juga sedang membangun PLTGU Batam #1 berkapasitas 120 MW. Proyek ini menggunakan teknologi combined cycle yang lebih efisien dan rendah emisi—sebuah langkah strategis menuju peta jalan Net Zero Emission 2060.
Dari sisi sosial, PLN Batam meluncurkan program Bantuan Pemasangan Baru Listrik (BPBL) bagi warga kurang mampu melalui skema tanggung jawab sosial. Program ini hadir untuk memastikan tidak ada satu rumah pun yang tertinggal dalam menikmati terang listrik.
PLN Batam juga menyerahkan 10 titik Smart PJU dan 21 titik PJUTS (Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya) yang memanfaatkan energi terbarukan. Teknologi cerdas pada Smart PJU memungkinkan pengendalian yang efisien dan hemat energi.
Upaya-upaya ini selaras dengan visi Pemerintah Kota Batam membangun kota cerdas dan ramah lingkungan.
“Setiap lampu jalan yang menyala adalah simbol masa depan Batam yang hijau dan aman,” kata Amsakar.
Menutup peringatan HLN ke-80, PLN Batam menyalurkan beasiswa Sahabat Terang kepada 78 pelajar berprestasi. Mereka juga menandatangani nota kesepahaman dengan PT Solusi Abadi Energi untuk mengkaji pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Rempang dan Galang.
Langkah-langkah kecil ini adalah bagian dari gerakan besar: membangun Batam sebagai kota berenergi bersih dan berdaya saing tinggi.
Transformasi hijau PLN Batam menunjukkan bahwa masa depan energi tidak hanya berbicara tentang pasokan listrik, tetapi juga tentang arah pembangunan. Dari kota industri yang haus energi, Batam kini mulai menyalakan harapan baru: menjadi kota terang yang berkelanjutan.
Komentar Via Facebook :