CREI Menjadi Investor Pertama Asal Tiongkok dalam Inisiatif Listrik Lintas Batas Rendah Karbon Singapura
Penandatanganan perjanjian ERA–CREI dilakukan pada Asia Clean Energy Summit 2025 di Singapura, oleh Frank Phuan dan Sun Jinfeng, Country Manager CREI untuk Singapura, disaksikan oleh perwakilan senior dari kedua perusahaan.
Singapura, Batamnews – Equator Renewables Asia (ERA), perusahaan energi terbarukan asal Singapura yang didirikan oleh Frank Phuan, mantan salah satu pendiri Sunseap, mendapatkan dukungan dari CRE International Co., Ltd (CREI), anak perusahaan dari raksasa nuklir Tiongkok China National Nuclear Corporation (CNNC), untuk proyek bernilai miliaran dolar yang akan menghasilkan dan mengekspor energi bersih dari Kepulauan Riau ke Singapura.
Kedua pihak menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja Kerja Sama untuk berinvestasi dan mengembangkan proyek tenaga surya dan baterai skala utilitas.
Proyek ini mencakup pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 900 MWp serta sistem penyimpanan energi baterai sebesar 1,2 GWh, yang diperkirakan akan menghasilkan sekitar 830 GWh energi bersih per tahun setelah selesai pada tahun 2029.
Proyek ini merupakan yang pertama diumumkan di bawah program unggulan ERA bertajuk Program Energi Terbarukan Singapura–Indonesia, di mana ERA menjadi satu dari enam perusahaan yang menerima lisensi bersyarat dari Energy Market Authority (EMA) Singapura untuk mengimpor energi bersih ke negara tersebut.
Singapura sendiri menargetkan net zero emisi pada 2050, dan berencana mengimpor sekitar 6 gigawatt (GW) listrik rendah karbon pada tahun 2035 untuk memenuhi sepertiga kebutuhan energinya.
Penandatanganan perjanjian ERA–CREI dilakukan pada Asia Clean Energy Summit 2025 di Singapura, oleh Frank Phuan dan Sun Jinfeng, Country Manager CREI untuk Singapura, disaksikan oleh perwakilan senior dari kedua perusahaan.
Berdasarkan perjanjian ini, CREI akan memimpin investasi, pembangunan, dan pengoperasian fasilitas solar PV dan BESS, sedangkan ERA akan bertanggung jawab atas transmisi dan koordinasi penyaluran energi.
Frank Phuan, Pendiri dan CEO ERA, mengatakan:
“Kami sangat optimistis terhadap meningkatnya permintaan energi rendah karbon di Singapura. Sejak awal, visi kami adalah memposisikan diri untuk memenuhi kebutuhan besar tersebut. Proyek berskala besar ini adalah langkah pertama dan penting bagi ERA untuk mewujudkan visi menjadi dampak nyata."
"Kami senang perusahaan ternama seperti CRE International bersedia mendukung visi kami serta memberikan keahlian dan sumber daya mereka untuk proyek ini, yang akan menciptakan banyak lapangan kerja, menumbuhkan keahlian lokal, dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau.”
Sun Jinfeng, Country Manager CREI untuk Singapura, menambahkan:
“Kami senang dapat bermitra dengan ERA dalam proyek yang menarik ini. Frank adalah sosok berpengalaman di industri energi terbarukan Asia Tenggara. Pemahaman mendalam dan pengalaman lapangan yang luas sangat berharga untuk memastikan keberhasilan proyek ini."
"Dengan menggabungkan pengalaman teknik global CNNC dan pengalaman regional ERA, proyek ini akan menunjukkan potensi integrasi tenaga surya dan sistem penyimpanan berskala besar di Asia Tenggara.”
ERA dibentuk tahun ini setelah Frank Phuan membeli asetnya dari EDP Renewables APAC, perusahaan energi terbarukan terkemuka asal Portugal yang mengakuisisi Sunseap empat tahun lalu. Ia telah mengerjakan proyek di Indonesia ini selama lebih dari tiga tahun sebagai bagian dari strategi regionalisasi Sunseap–EDPR.
Berdasarkan lisensi bersyarat dari EMA, ERA berhak mengimpor 400 MWac listrik terbarukan ke Singapura melalui kabel bawah laut.
Setelah beroperasi penuh, proyek ini diperkirakan akan menghasilkan sekitar 2.100 GWh listrik terbarukan per tahun, cukup untuk menyediakan energi bagi lebih dari 350.000 rumah tangga di Singapura dan mengurangi lebih dari satu juta ton emisi CO2 setiap tahunnya.
CREI merupakan divisi energi terbarukan dari CNNC, perusahaan milik negara Tiongkok yang mengelola industri tenaga nuklir dan sektor terkait. Menurut International Energy Agency (IEA) yang berbasis di Paris, Tiongkok menyumbang 40% dari ekspansi kapasitas energi terbarukan global.
Equator Renewables Asia adalah perusahaan energi terbarukan yang berbasis di Singapura dan berfokus pada pengembangan proyek tenaga surya berskala besar, sistem penyimpanan energi, dan transmisi listrik lintas negara di kawasan Asia Tenggara.
Sebagai salah satu penerima lisensi bersyarat dari EMA untuk impor listrik terbarukan, ERA menjadi pelopor ekspor energi bersih komersial pertama dari Indonesia ke Singapura. Tim manajemen ERA telah berhasil mengembangkan lebih dari 1 GW proyek energi terbarukan di 10 negara.

Komentar Via Facebook :