Mahasiswa STAIN SAR Workshop Nazam Melayu Hidupkan Kembali Tradisi Sastra di Kepri
Mahasiswa STAIN Sultan Abdurrahman Kepri di Workshop Internasional Kemelayuan: Menulis dengan Irama Jiwa, Menguatkan Tradisi Nazam.
Bintan, Batamnews - Nazam, salah satu bentuk puisi tradisional Melayu yang sarat nilai Islam, kini mulai jarang terdengar. Berangkat dari keprihatinan itu, puluhan mahasiswa STAIN Sultan Abdurrahman Kepri untuk belajar langsung dari ahlinya dari Malaysia.
Kegiatan Workshop Internasional Kemelayuan: Bicara & Bengkel Nazam (Puisi) Melayu. Kegiatan bertaraf internasional yang mengusung tema “Menulis dengan Irama Jiwa: Penguatan Tradisi Nazam dalam Khazanah Keislaman dan Kemelayuan” ini berlangsung di Ruang Rapat Dosen, Gedung Baru kampus STAIN SAR di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, pada Rabu, 29 Oktober 2025.
Workshop Internasional Kemelayuan ini tak sekadar teori. Datok Munsyi Haji Mohd Rosli Bakir dari Persatuan Penulis Johor (PPJ) dengan sabar memandu peserta menyusun nazam, mulai dari aturan sajak, jumlah suku kata, hingga cara membacanya yang berirama.
"Kita tak ingin tradisi ini punah. Nazam ini warisan leluhur yang sangat berharga," kata Datok Amiruddin Bin Md Ali Hanafiah, Ketua Satu PPJ, dalam sambutannya.
Baca juga: Lomba Foto Museum Batam RAH, Hadiah Total Rp 9 Juta dengan Juri PFI Kepri
Semangat yang sama disampaikan Romi Aqmal, M.Si, yang membuka acara. "Ini sejalan dengan visi kampus kami, unggul dalam keislaman dan kemelayuan."
Acara menjadi semakin hidup ketika para peserta langsung praktik. Mereka diberi tugas menulis nazam bertema gotong royong dan pendidikan. Tujuh karya terbaik dan tercepat langsung mendapat hadiah buku dari PPJ.
"Saya senang sekali bisa belajar langsung dari pakarnya. Ternyata menulis nazam itu butuh keterampilan khusus," ujar Muhammad Syafiq, salah satu peserta dengan mata berbinar.
Raihan Saputra, Ketua Panitia, berharap kegiatan ini bisa melahirkan penulis-penulis muda yang bisa menghidupkan kembali tradisi nazam.
Baca juga: Istri Wagub Kepri, Nenny Dwiyanna, Pimpin IWSS Kepri untuk Periode 2025-2030
"Kami ingin nazam tak hanya jadi sejarah, tapi hidup kembali di kalangan generasi muda."
Tampak jelas antusiasme para peserta. Dari ruang workshop itu, harapan baru untuk melanjutkan tradisi nazam pun lahir.

Komentar Via Facebook :