Prajurit Pria Ejakulasi di Sepatu Perempuan yang Sedang Tidur di Kapal Ferry

Prajurit Pria Ejakulasi di Sepatu Perempuan yang Sedang Tidur di Kapal Ferry

Tangkapan layar video yang memperlihatkan sepatu seorang perempuan yang terkena air mani (Foto: threads_4in)

Nurjali

Singapura, Batamnews - Sebuah peristiwa tak lazim terjadi di atas Kapal Ferry Xin Tai Ma yang melintas dari Matsu ke Hualien, Taiwan, pada 16 Oktober 2025. Seorang penumpang perempuan menemukan sepatunya telah disemprot cairan mani tanpa sepengetahuannya.

Dikutip dari media sosial threads _4in Saat itu, wanita itu sedang beristirahat di area khusus perempuan di dalam kapal. Saat asyik memainkan ponsel, ia melihat seseorang mengambil sepatunya. 

Namun, sebelum ia sempat mengenali pelaku, sepatunya sudah dilempar kembali ke lorong, dan orang itu segera meninggalkan ruangan.

Baca juga: Pejabat Biarkan Dua Pria Mabuk Berkelahi di Kuil, Ini Alasannya

Setelah mengambil sepatu itu, ia terkejut mendapati ada cairan mani di dalamnya. Merasa marah dan terganggu, ia melaporkan kejadian tersebut ke petugas kapal.

Ajaibnya, tak lama kemudian, pelakunya muncul dan mengakui perbuatannya. Ia mengaku telah berejakulasi ke dalam sepatu tersebut dan menawarkan kompensasi pada korban.

Kru kapal kemudian membantu dengan memberikan sandal sebagai pengganti sementara, serta memindahkan korban ke kabin VIP untuk beristirahat. Mereka juga bersiap menghubungi polisi begitu sinyal telepon tersedia, dan meminta korban menyimpan sepatu itu dalam kantong plastik untuk bukti.

Namun, ketidaknyamanan korban berlanjut. Usai turun dari kapal, ia merasa terus diawasi oleh pelaku, hingga membuatnya gemetar dan tidak tenang.

Berdasarkan investigasi, terungkap bahwa pelaku adalah seorang prajurit berpangkat kopral yang bertugas di Dongyin, Matsu. Komandan Regional Angkatan Darat Dongyin mengonfirmasi bahwa insiden ini terjadi saat sang prajurit sedang cuti.

Baca juga: Koki di Gaza Namai Bayinya "Singapore", Istri Selamat dari Kelaparan Berkat Dapur Umum S'pore

Setelah diperiksa pada 16 Oktober, pelaku dilimpahkan ke Kejaksaan Distrik Keelung dengan tuduhan pencurian dan perusakan. Namun, korban menyatakan akan melaporkan tambahan untuk pelecehan seksual, karena merasa tindakan pelaku sangat menjijikkan dan membuatnya trauma.

“Saya tidak mengapa pihak Penjaga Pantai merasa ini bukan pelecehan seksual,” ujarnya. “Saya bahkan tanpa sengaja memegang cairannya saat memindahkan sepatu ke dalam plastik. Sangat memuakkan.”

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :