Koki di Gaza Namai Bayinya "Singapore", Istri Selamat dari Kelaparan Berkat Dapur Umum S'pore
Tangkapan layar video bayi yang diberi nama Singapura (Instagram lovesaid)
Singapura, Batamnews - Seorang bayi perempuan Palestina diberi nama "Singapore" sebagai ungkapan terima kasih ayahnya kepada rakyat Singapura. Koki Love Aid di Gaza Namai Bayinya "Singapore", Istri Selamat dari Kelaparan Berkat Dapur Umum S'pore
Bayi ini dinamai oleh ayahnya, Hamdan Hadad, yang bekerja sebagai koki di dapur umum yang dijalankan oleh organisasi nonpemerintah asal Singapura, Love Aid Singapore.
Dilihat dari dalam sebuah video di Instagram Love Aid, Hamdan yang berbahasa Arab menjelaskan alasannya memilih nama tersebut.
"Saya telah bekerja untuk Love Aid selama dua tahun dan saya sangat bahagia," katanya.
Ia ingin menamai anaknya "Singapore" untuk menyampaikan rasa terima kasihnya karena ia "sangat mencintai" orang-orang Singapura.
Baca juga: Lebih dari 200 Tikaman, Pisau Bukti Pembunuhan Siswa di Malaysia Diukir Nama Pembantai Massal AS
Nama istimewa ini juga memiliki latar belakang yang mendalam. Selama istrinya mengandung, sang istri bertahan dari kelaparan parah di Gaza dengan makan secara rutin dari dapur Love Aid. Dapur inilah yang menyelamatkan mereka di tengah konflik berkepanjangan.
Staf Love Aid kemudian menunjukkan akta kelahiran bayi tersebut, di mana nama "Singapore" tertulis dalam bahasa Arab. Bayi ini disebut-sebut sebagai bayi Palestina pertama yang diberi nama "Singapore".
Sebagai bentuk perhatian, perwakilan Love Aid juga memberikan sejumlah uang tunai untuk ayah dan bayi yang baru lahir itu, dengan harapan sang bayi sehat dan dunia yang lebih cerah akan menyambutnya dengan gencatan senjata yang permanen.
Dilengkapi dengan informasi mengenai Love Aid Singapore, yang disebutkan dimulai sebagai organisasi satu orang sekitar sembilan tahun lalu oleh Gilbert Goh.
Baca juga: Batam Bukan Gelombang Panas, BMKG Ungkap Fakta Di Balik Cuaca Terik
Meski awalnya sederhana, organisasi ini telah menggalang dana untuk mendirikan dapur umum dan sekolah bagi anak-anak di Gaza.
Per 14 September, Love Aid mengoperasikan tiga dapur yang didanai Singapura di Gaza—satu di Gaza Utara dan dua di Gaza Tengah—dengan biaya operasi sekitar US$1.500 per hari. Hingga Juni, Love Aid dilaporkan telah berhasil mengumpulkan lebih dari S$5,3 juta dari sumbangan masyarakat Singapura untuk pekerjaan kemanusiaannya di Gaza.

Komentar Via Facebook :