"Beratapkan Langit": Sebuah Festival yang Angkat UMKM Batam ke Panggung Dunia

"Beratapkan Langit": Sebuah Festival yang Angkat UMKM Batam ke Panggung Dunia

Artis Ibu Kota, Pusakata, Meriahkan Acara Beratapkan Langit Vol 2 di Nuvasa Bay, Nongsa, Kota Batam, Sabtu (25/10/2025) malam. (foto. batamnews.co.id).

Nurjali

Batam, Batamnews - Batam baru saja menyelenggarakan sebuah hajatan yang meriah: Festival "Beratapkan Langit Vol. 2". Lebih dari sekadar konser biasa, acara yang digelar di Nuvasa Bay, Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada akhir Oktober 2025 ini berhasil menjadi panggung emas bagi para pelaku UMKM lokal untuk menjangkau wisatawan mancanegara.

Selama dua hari, pantai Nuvasa Bay berubah menjadi pusat keriangan. Ribuan orang memadati lokasi untuk menikmati gabungan tiga hal: alam, musik, dan budaya. 

Di bawah langit terbuka, dengan angin laut yang sejuk, pengunjung disuguhi alunan musik dari musisi papan atas, sambil menjelajahi kuliner dari ratusan bazar UMKM.

Baca juga: Beratapkan Langit 2025: Festival Musik & Camping di Bawah Langit Batam

Dampak positifnya langsung terasa. Kepala Dinas Pariwisata Batam, Ardiwinata, menyatakan bahwa festival seperti ini adalah magnet baru bagi wisatawan, tak hanya dari dalam negeri tetapi juga dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

"Acara semacam ini memberi dampak nyata bagi perekonomian. Pengunjung yang datang tidak hanya menikmati musik, tetapi juga membeli dan mencicipi kuliner dari pelaku UMKM kami. Ini secara langsung membantu masyarakat dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah," jelas Ardi.

Harapannya, "Beratapkan Langit" bisa menjadi agenda rutin yang memperkuat citra Batam dan Kepri sebagai destinasi wisata unggulan di Asia.

Konsep festival ini dirancang untuk menciptakan pengalaman yang berbeda. Yahya Fajar Timur, Project Manager acara, menjelaskan, mereka sengaja memilih lokasi tepi laut untuk menghadirkan nuansa konser yang menyatu dengan alam.

"Kami ingin mengajak semua orang berhenti sejenak dari kesibukan, menikmati alam, dan merayakan kreativitas bersama," ujar Yahya. Visi besarnya adalah menjadikan Batam sebagai pusat ekosistem kreatif dan simbol persaudaraan lintas budaya di Asia Tenggara.

Antusiasme pun terlihat dari para pengunjung. Della (33), salah satu penonton, mengaku terkesan. 

Baca juga: Pesta People Kampung Bule: Foreplay Club Puncaki 10 Tahun Eksistensi di Batam

"Suasananya luar biasa. Musiknya keren, makanannya enak, dan semuanya nyaman. Saya berharap acara seperti ini diadakan setiap tahun," tuturnya.

Dengan menggabungkan daya tarik musik, keindahan alam, dan kekayaan kuliner lokal, "Beratapkan Langit" telah membuktikan dirinya. 

Festival ini bukan hanya sebuah perhelatan, melainkan sebuah katalis yang mendorong Batam melangkah lebih percaya diri sebagai kota destinasi kreatif di peta pariwisata regional.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :