Waspadai Kebiasaan Pemicu GERD, Penyakit Asam Lambung yang Tak Bisa Dianggap Remeh

Waspadai Kebiasaan Pemicu GERD, Penyakit Asam Lambung yang Tak Bisa Dianggap Remeh

Ilustrasi

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Jika gejala GERD atau penyakit asam lambung kumat, rasanya bisa sangat menyiksa. Panas di dada, sesak napas, hingga sensasi terbakar di kerongkongan sering kali membuat penderitanya panik. Padahal, sejumlah kebiasaan sehari-hari ternyata bisa menjadi pemicu utama kambuhnya penyakit ini.

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) terjadi karena melemahnya katup esofagus—katup yang berfungsi menahan asam lambung agar tidak naik ke kerongkongan. Saat katup ini tak bekerja optimal, asam lambung dapat mengalir ke atas dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Gejala dan Penyebab

Gejala umum GERD meliputi panas di dada (heartburn), nyeri ulu hati, rasa mengganjal di tenggorokan, dan bahkan kesulitan bernapas. Kondisi ini bisa makin parah bila disertai stres, pola makan tidak teratur, atau kebiasaan buruk lainnya.

Pakar kesehatan menyebut, gaya hidup menjadi faktor terbesar yang memperburuk kondisi asam lambung. Karena itu, penting bagi penderita untuk mengenali dan menghindari pemicunya.

Delapan Kebiasaan Pemicu Asam Lambung Naik

  1. Makan dalam porsi besar Makan berlebihan membuat lambung bekerja ekstra dan melemahkan katup esofagus. Sebaiknya makan dalam porsi kecil tetapi sering untuk menjaga kestabilan produksi asam lambung.

  2. Langsung rebahan setelah makan Setelah makan, lambung memproduksi lebih banyak asam. Bila langsung berbaring, posisi kerongkongan sejajar dengan lambung, membuat asam mudah naik. Idealnya beri jeda 1–2 jam sebelum tidur.

  3. Begadang Kurang tidur mengganggu sistem pencernaan. Penelitian dalam jurnal Gastroenterology menyebut, orang yang sering begadang lebih rentan mengalami gejala GERD dibanding mereka yang tidur cukup.

  4. Mengonsumsi minuman beralkohol Alkohol dapat melemahkan katup esofagus. Dalam jangka panjang, konsumsi alkohol memperparah kondisi lambung dan meningkatkan risiko asam naik ke tenggorokan.

  5. Membiarkan stres berlarut-larut Stres memengaruhi sistem pencernaan dan meningkatkan produksi asam lambung. Studi dalam Psychosomatic Medicine menemukan bahwa stres kronis dapat memperburuk gangguan lambung dan memperkuat hubungan antara kecemasan dan GERD.

  6. Memakai pakaian ketat Baju yang terlalu ketat menekan area perut, sehingga mendorong asam lambung naik ke kerongkongan. Pilihlah pakaian yang longgar, terutama setelah makan.

  7. Merokok Nikotin dalam rokok terbukti melemahkan katup esofagus dan merangsang produksi asam. Bagi penderita GERD, berhenti merokok menjadi langkah penting untuk penyembuhan.

  8. Makan sembarangan Makanan pedas, asam, dan berlemak sering kali memperparah gejala GERD. Namun, setiap orang memiliki sensitivitas berbeda, sehingga penting mengenali makanan pemicu masing-masing.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu sudah menghindari berbagai kebiasaan di atas namun gejala asam lambung tetap sering kambuh, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter. Penanganan medis dibutuhkan agar kondisi tidak berkembang menjadi komplikasi serius seperti luka pada kerongkongan (esophagitis).

Menjaga pola makan, manajemen stres, dan tidur cukup bisa menjadi langkah awal sederhana untuk hidup lebih nyaman tanpa gangguan asam lambung.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :