Sopir Tronton yang Muatannya Menimpa Fatmawati: `Saya Tak Lari, Saya Tunggu Polisi`

Sopir Tronton yang Muatannya Menimpa Fatmawati: `Saya Tak Lari, Saya Tunggu Polisi`

Wajah Sa, sopir truk tronton yang terlibat dalam kecelakaan di depan Citra Buana Center Park 2, Batam, sore itu tampak datar.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Wajah Sa, sopir truk tronton yang terlibat dalam kecelakaan di depan Citra Buana Center Park 2, Batam, sore itu tampak datar. Ia duduk di kursi ruang UGD Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK), menunggu pemeriksaan urine oleh anggota Unit Lakalantas Polresta Barelang.

Di ruangan yang sama, Fatmawati (46), warga Bengkong, terbaring lemah dengan kedua kaki terbungkus perban akibat tertimpa rantai alat berat yang jatuh dari muatan truknya.

Sa adalah sopir dari PT MBS. Ia mengendarai truk Isuzu GIGA dengan nomor polisi BP 8125 DU, menarik kontainer TRIU 0794330 – 42P3 yang bermuatan alat berat. Siang itu, ia bermaksud berputar arah menuju Batuampar. Namun di titik U-turn, sesuatu yang tak ia duga terjadi.

“Saya sudah lihat kanan kiri, pelan-pelan waktu mau mutar. Tiba-tiba muatan patah dan jatuh. Saya cuma dengar teriakan, langsung saya berhenti,” ujarnya dengan nada bingung.

Fatmawati yang melintas dengan motor Yamaha N-Max BP 4313 OM tak sempat menghindar. Rantai alat berat itu terlepas dan menimpa tubuhnya hingga ia terpental ke taman jalan. Warga yang melihat kejadian langsung berhamburan menolong.

Sa mengaku tidak melarikan diri. Ia justru menunggu di lokasi hingga diamankan oleh petugas kepolisian.

“Saya sadar penuh waktu nyetir, nggak mabuk, nggak ngantuk. Semua saya serahkan ke polisi. Bukannya saya berdalih, tapi kan ada CCTV dekat situ, nanti bisa dilihat,” katanya.

Polisi kemudian membawa Sa untuk menjalani tes urine. Prosedur ini, menurut penyidik, wajib dilakukan untuk memastikan kondisi sopir saat kejadian.

Sementara di sisi lain ruangan, Fatmawati dirawat intensif. Kakinya dirontgen. Dokter menyebut ada benturan keras akibat tekanan benda berat. Hingga malam, keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan lengkap.

Kecelakaan ini menjadi pengingat bahwa di balik setumpuk muatan dan deru mesin besar, ada kelalaian kecil yang bisa berujung petaka. Sa hanya bisa menunduk, menatap kosong ke lantai rumah sakit—di antara rasa bersalah dan harapan agar korban selamat.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :