Fatmawati Tertimpa Muatan Excavator di Batam, Sopir Truk Diperiksa Urine
Perumahan Duta Mas, Batam Kota. (foto. batamnews.co.id).
Batam, Batamnews – Ruang UGD Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) di Kampung Seraya, Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, mendadak ramai oleh kedatangan anggota Unit Lakalantas Polresta Barelang, Selasa, 22 Oktober 2025.
Mereka mendatangi Fatmawati (46), seorang warga Bengkong yang menjadi korban kecelakaan kerja.
Korban diketahui tertimpa material rantai excavator yang terlepas dari ikatannya. Akibatnya, kedua kakinya mengalami luka berat. Fatmawati terlihat tak sadarkan diri dan sesekali meringis menahan sakit.
Saat kejadian, Fatmawati sedang mengendarai sepeda motor Honda N-Max hitam bernopol BP 4313 OM. Ia terjatuh ke taman jalan setelah kakinya tertimpa badan kontainer.
Baca juga: Kecelakaan Mengerikan di Batu Ampar, Ibu Terjepit Alat Berat di Jalan Yos Sudarso
Sopir tronton berinisial Sa (45) mengaku menjadi pihak yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Sa yang bekerja pada PT MBS sedang mengemudikan truk Isuzu GIGA bernopol BP 8125 DU.
Truk tersebut menarik kontainer bermuatan alat berat dengan kode TRIU 0794330 – 42P3. Menurut pengakuannya, saat hendak berputar di kawasan U-Turn depan Citra Buana Center Park 2, tiba-tiba muatannya patah dan jatuh.
“Saat muatan terjatuh, saya dengar suara teriakan lalu saya berhenti,” ujar Sa saat ditemui di rumah sakit.
Dia menjelaskan, sebelum berputar menuju arah Batuampar, ia memastikan posisi belakang kanan telah kosong. Saat melihat ke kiri dalam kondisi mobil berjalan lambat, ia tidak melihat ada kendaraan lain.
“Tiba-tiba muatannya patah dan terjatuh, menimpa korban. Padahal saat mau berputar tidak ada kendaraan di samping,” katanya dengan nada heran.
Setelah kejadian, Sa mengaku tidak melarikan diri dan langsung diamankan pihak kepolisian. Ia menegaskan dalam kondisi sadar dan tidak mabuk selama mengemudi.
Baca juga: Kaki Fatmawati Remuk Tertimpa Alat Berat, Terancam Diamputasi
Untuk memastikan hal tersebut, pihak kepolisian membawa Sa menjalani pemeriksaan urine. Pemeriksaan ini merupakan prosedur standar penyelidikan untuk mengetahui ada tidaknya indikasi mabuk saat berkendara.
Sa menyatakan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. Ia juga meyakini rekaman CCTV di lokasi kejadian dapat mengungkap kronologi sebenarnya.
“Bukannya saya berdalih, karena ada rekaman CCTV tak jauh dari lokasi kejadian. Hasil rekaman CCTV itulah nanti yang bisa membuktikan apa yang terjadi,” pungkasnya.
Komentar Via Facebook :