Warga Taman Duta Mas Batam Keluhkan Polusi Asap Pabrik Kayu Palet
Perumahan Duta Mas, Batam Kota. (foto. batamnews.co.id).
Batam, Batamnews - Warga Perumahan Taman Duta Mas, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, hidup dalam keresahan. Udara yang mereka hirup setiap hari telah tercemar asap tebal dan bau menyengat yang berasal dari aktivitas pembakaran di sebuah pabrik kayu di Kawasan Kara Industrial Park, Batam Center.
Kami, warga, hampir setiap hari—siang dan malam—terpaksa menghirup udara yang sudah tercemar. Polusi ini bukan hanya soal bau yang mengganggu, tetapi telah berdampak langsung pada kesehatan. Banyak dari kami yang mengeluhkan mata perih dan sesak napas.
Suyono, Ketua RW setempat, membenarkan keluhan ini. "Benar, warga sangat tidak nyaman. Asap dari pabrik itu baunya sangat menyengat dan mengganggu aktivitas sehari-hari," katanya.
Baca juga: Kecelakaan Mengerikan di Batu Ampar, Ibu Terjepit Alat Berat di Jalan Yos Sudarso
Menurutnya, asap hitam pekat itu berasal dari pembakaran sisa produksi kayu. Asap itu sering terbawa angin hingga ke permukiman dan jalanan sekitar, mengganggu warga dan pengendara yang melintas.
Seorang warga yang enggan disebut namanya bercerita, pembakaran biasanya terjadi pada malam hari, mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB. "Sekitar pukul 23.00 sampai dini hari, asapnya paling pekat. Udara jadi sesak," ujarnya.
Laporan telah beberapa kali disampaikan ke Badan Pengelolaan Lingkungan (BPL) Kota Batam. Pihak pabrik sempat diminta menghentikan aktivitas pembakaran.
Namun, menurut warga, peringatan itu hanya berhasil sementara. "Setelah didatangi BPL, memang berhenti sebentar. Tapi tidak lama, mereka bakar lagi," ujar Suyono.
Warga mendesak pemerintah bertindak tegas. Polusi ini dinilai membahayakan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Di sisi lain, Husin, pemilik pabrik kayu palet, mengakui bahwa asap tersebut berasal dari perusahaannya.
"Iya, benar ada pembakaran sisa kayu. Tapi sejak kemarin sudah kami hentikan," katanya.
Baca juga: Demo Buruh PT ASL Shipyard, 3.000 Pekerja Outsourcing Diusulkan Jadi Karyawan
Husin mengklaim pihaknya telah bertemu dengan perwakilan warga dan berkomitmen menghentikan pembakaran. "Setelah ada keluhan warga, kami langsung hentikan," tegasnya.
Namun, bagi warga yang telah lama merasakan dampaknya, janji ini masih perlu dibuktikan. Mereka menunggu tindakan nyata agar udara bersih kembali bisa dinikmati.
Komentar Via Facebook :