Kaki Fatmawati Terancam Diamputasi Usai Tertimpa Rantai Alat Berat di Batam
Fatmawati ketika tertimpa alat berat di Batam. (Foto: istimewa)
Batam, Batamnews – Suasana ruang UGD Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam berubah tegang malam itu. Di atas ranjang, Fatmawati (46), warga Batuampar, terbaring lemah. Kedua kakinya dibalut gip tebal, tampak kaku dan pucat. Tim medis masih berupaya keras menyelamatkan anggota tubuhnya yang hancur akibat kecelakaan maut di Jalan Yos Sudarso, tepat di depan PT Giken, Rabu (22/10/2025) sore.
Fatmawati menjadi korban saat melintas dengan sepeda motor Yamaha N-Max BP 4313 OM di jalur padat tersebut. Dari arah berlawanan, truk tronton Isuzu GIGA BP 8125 DU bermuatan alat berat berusaha berputar di U-turn. Tanpa disadari, muatan rantai besi atau track excavator yang berada di atas kontainer mendadak terlepas dan jatuh menghantam jalan.
Dalam hitungan detik, rantai seberat ratusan kilogram itu menimpa motor dan tubuh Fatmawati.
“Suaranya keras sekali, semua orang langsung menjerit,” ucap seorang warga yang berada di lokasi kejadian.
Pantauan di lapangan, evakuasi berlangsung dramatis. Polisi menutup sebagian ruas Jalan Yos Sudarso untuk mengevakuasi muatan truk yang terguling. Lalu lintas dari arah Batuampar menuju Seraya sempat macet panjang hingga lebih dari satu jam. Sekitar pukul 18.00 WIB, korban akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi kritis dan langsung dibawa ke RSBK.
Di rumah sakit, suasana haru menyelimuti keluarga korban. Suami Fatmawati terlihat terus mendampingi dari balik tirai ruang gawat darurat. Menurut salah satu kerabat, kondisi kedua kaki Fatmawati sangat parah. Tulang kakinya remuk dari lutut ke bawah akibat tekanan roda rantai besi.
“Dokter masih melakukan pemeriksaan lanjutan dan rontgen. Tapi kemungkinan besar salah satu kaki, atau bahkan keduanya, harus diamputasi. Kita masih menunggu keputusan tim medis,” ujar salah seorang keluarga dengan suara bergetar.
Hingga malam, tim medis terus berupaya menstabilkan kondisi korban sebelum mengambil keputusan operasi besar. Polisi juga masih melakukan penyelidikan terhadap sopir truk dan perusahaan pemilik alat berat.
Tragedi ini menjadi pengingat kelam betapa mahalnya harga kelalaian di jalan raya. Satu rantai besi yang terlepas, cukup untuk mengubah hidup seorang ibu rumah tangga menjadi perjuangan panjang antara hidup, nyeri, dan kehilangan.
Komentar Via Facebook :