Penyalahgunaan Teknologi di Era Digital

Penyalahgunaan Teknologi di Era Digital

Ilustrasi

Rhuuzi Wiranata

Oleh: Kaolin Arta Magdalena Siagian

Teknologi diciptakan oleh manusia dari masa ke masa dengan pertimbangan efisiensi, kegunaan, efektivitas yang dibutuhkan secara praktis namun dapat berkembang pesat terhadap penggunaan masing-masing. Perkembangan dimulai dari proses sederhana dalam kehidupan sehari-hari sampai pada tingkat pemenuhan kepuasan sebagai individu dan makhluk sosial. Dari masa ke masa kemajuan teknologi terus berkembang, mulai dari era teknologi pertanian, era teknologi industri, era teknologi informasi, dan era teknologi komunikasi dan informasi. Era digital adalah suatu masa di mana teknologi informasi dan komunikasi menjadi bagian integral dari kehidupan manusia.

Pada era ini, informasi dapat diakses dan disebarluaskan dengan cepat melalui berbagai perangkat digital seperti komputer, smartphone, dan tablet. Perkembangan teknologi yang pesat telah mengubah cara kita bekerja, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Perkembangan ini membawa berbagai dampak dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, setiap individu tertarik untuk menggunakan dan memanfaatkan setiap perkembangan ini. Di era tahun 2000 adalah puncak kemajuan teknologi yang sangat pesat perkembangannya, teknologi informasi dan telekomunikasi menjadi trend kehidupan setiap individu, tiap saat, tiap waktu dan tiap detik manusia memanfaatkan teknologi ini.

Namun seiring berjalannya waktu, teknologi dipergunakan buruk oleh pengguna sebagai kemunduran teknologi di zaman sekarang contohnya berita hoax, AI untuk hal negatif yang memperkeruh masalah pribadi/kelompok, kurangnya privasi, jejak digital yang berbahaya, penipuan, bahkan perubahan sikap dan perilaku seseorang terhadap digital.

Permasalahan yang terjadi dan sangat berpengaruh negatif kepada diri sendiri ataupun orang di dalam teknologi ini sangat banyak. Pemunculan kasus pada teknologi ini sangat bisa terlihat dari media televisi, sosmed, dll.

Contoh kasusnya adalah:

  1. Cyber bullying melalui komentar negatif ataupun hal lain

  2. Peretasan akun, aplikasi game, bank, perbelanjaan, data

  3. Penipuan

  4. Sarang penjualan untuk memenuhi fetish

  5. Kurangnya privasi

  6. Mengubah aplikasi kesehatan menjadi situs judol

  7. Child grooming

  8. Situs dewasa aka pornografi yang gampang terbuka

  9. Phishing

  10. Konten negatif yang tidak layak ditonton beberapa orang selayaknya mereka dalam posisi tidak cukup umur

  11. Kecanduan

  12. Situs-situs aneh

  13. Kecanduan memalsukan identitas untuk hal negatif

Dan masih banyak lagi kasus yang sering terjadi dan dialami beberapa orang terkait teknologi. Di era digital yang seharusnya serba simpel anti ribet menjadi salah di mata orang tua, keluarga maupun teman sendiri. Permasalahan tersebut lebih sering kena dampak kepada anak-anak dan mahasiswa dikarenakan dengan jaman teknologi yang sering malak akan kemajuan mereka akan mengalami kesusahan seperti kecanduan penggunaan AI, jarang fokus/nyari info di perjalanan di dunia nyata, jarang membaca buku, dll. Sedangkan permasalahan yang akan terkena parahnya dampak negatif teknologi adalah orang tua dan lansia karena kurang melek terhadap digital karena perbedaan jaman, mudah terkena phishing, teroran dan penipuan terhadap aplikasi berbahaya ataupun perbelanjaan online yang sering terjadinya penipuan ataupun sarang fetish.

Penutup

Era digital ini bisa dibilang sangat menjanjikan konektivitas tanpa batas yang mempunyai peluang untung lebih besar dan mudah dicari, sayangnya teknologi ini juga menciptakan marak negatif sebagai bentuk jurang isolasi yang mendalam. Kita sudah dapat menunjukkan bahwa teknologi ini lebih berfokus pada kecepatan namun dapat membuat kita lupa akan nilai kemanusiaan yang dasar.

Teknologi digital ini dapat dipandang dua sisi mata uang koin, yaitu menawarkan kemudahan dalam bentuk peluang sekaligus punya banyak risiko besar jika tidak digunakan secara cerdas. Penyalahgunaan teknologi ini juga bisa menjadi tantangan yang dapat mengancam kepercayaan, privasi ataupun stabilitas sosial pribadi. Kita sebagai mahasiswa, rakyat dan lahir yang di era serba praktis pengguna teknologi harus lebih hati-hati dan bijak dalam bertindak untuk guna teknologi tersebut. Kenapa begitu? Supaya kita tidak menjadi alat oleh teknologi sendiri, berpikir kritis dengan kesadaran sendiri dalam berperan aktif di era digital ini.

Kita juga perlu bahwa teknologi digunakan untuk kepentingan dalam bentuk jangka panjang di masa kini maupun masa depan, walaupun teknologi ini akan masih membekas jejak pada suatu kondisi. Tindakan harus diambil dalam jejak digital yang serba teknologi ini adalah memperbaiki dan menghindari kesalahan yang sama.

-------------

Penulis adalah mahasiswi prodi kajian film, televisi dan media di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.

 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait