Pergaulan Bebas: Kebebasan Atau Kehancuran
Ilustrasi
Oleh : Maria Saputri
Pergaulan bebas menjadi salah satu isu sosial paling hangat yang terus dibicarakan di kalangan masyarakat, terutama di era modern saat ini. Banyak yang berpendapat bahwa pergaulan bebas adalah bentuk kebebasan berekspresi dan berinteraksi. Tapi terkadang pergaulan bebas juga sering di salah artikan oleh anak zaman sekarang. Mereka mengartikan kebebasan tersebut menjadi kebebasan dalam berpacaran, bebas dalam gaya berpakaian, dan bebas merokok.
Pacaran adalah hal yang paling lumrah yang terjadi saat ini. Bukan hanya di kalangan SMA atau pun Kuliah, tapi anak SMP atau bahkan anak SD pun sudah menganggap pacaran itu hal yang wajar.
Saking lumrah nya orang yang mengaku tidak pernah berpacaran selalu di tuding memiliki kelainan seksual atau penyuka sesama jenis.
Miris bukan? Tapi itu adalah fakta yang terjadi di zaman sekarang. Gaya berpacaran yang terlalu terbuka mengenai seksualitas merupakan hal yang tabu bagi anak zaman sekarang. Mereka selalu berlindung di balik kata "NAMANYA JUGA GEN Z".
Kehancuran moral terlihat dari menurunnya rasa malu, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap diri sendiri maupun orang lain. Fenomena seperti seks bebas, konsumsi minuman keras, penyalahgunaan narkoba, hingga gaya hidup hedonistik kini dianggap wajar oleh sebagian kalangan muda. Nilai-nilai kesopanan yang dahulu dijunjung tinggi mulai tergeser oleh tren modern yang mengedepankan “kebebasan tanpa batas”. Akibatnya, banyak remaja kehilangan arah dan terseret dalam arus pergaulan yang salah.
Tak jarang mereka menggunakan media sosial sebagai ajang temu jodoh (Mencari pacar) seperti berkenalan lewat facebook, tiktok, Instragram, lalu bertemu dan berujung menjadi kasus pencabulan. Sehingga beberapa orang tua menyalahkan gadget/sosmed sebagai bentuk mereka menjadi korban yang seharusnya mereka selayaknya bisa mengatur batasan dalam hal pergaulan tersebut.
Dampak kehancuran moral akibat pergaulan bebas tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh masyarakat secara luas. Tingkat kekerasan, pelecehan, dan kejahatan seksual meningkat, sementara rasa empati dan kepedulian sosial menurun. Generasi muda yang seharusnya menjadi penerus bangsa justru terjebak dalam krisis moral yang mengkhawatirkan. Bangsa yang kehilangan moral generasinya sama saja seperti bangunan megah tanpa pondasi — tampak kuat dari luar, tetapi mudah runtuh dari dalam.
Pergaulan bebas terjadi dikarenakan mereka tidak mengontrol batasan di dalam lingkungan nya. kurang nya kepedulian, ketegasan orang tua sangat berpengaruh pada generasi muda saat ini, bisa juga dikarenakan orang tua terlalu mengekang, terlalu memanjakan anak dapat membuat anak-anak bertindak semena-mena. Tidak hanya itu saja, mereka yang terkena ataupun terlibat dalam pergaulan bebas dikarenakan atas dasar pengaruh lingkungan pertemanan sendiri sehingga mereka merasa takut dijauhkan karena tidak mengikuti pilihan nya.
Penutup
Pergaulan bebas sudah termasuk dalam kategori perilaku penyimpangan yang sudah melanggar banyak norma dan akibatnya punya dampak banyak bagi masyarakat, pendidikan, keluarga ataupun diri sendiri. Pergaulan bebas tersendiri disebabkan pengontrolan diri yang rendah dari pengaruh lingkungan terdekatnya (seperti teman, ataupun sanak keluarga yang terlibat pergaulan bebas tersebut) dan efek nya bisa jangka panjang termasuk rusaknya masa depan.
Dampaknya juga sangat mudah terlihat seperti masalah kesehatan dari segi fisik maupun mental, cara menghadapi sosial setelah pindah ke lingkungan baru yang positif, cara beragama, dll. Cara yang dapat mencegah pergaulan bebas dapat diatasi dengan beberapa cara, yaitu memperbaiki cara pandang seseorang yang satu dengan yang lain, kenali dan jujur pada diri sendiri, punya hobi yang positif dan bermanfaat, menjaga keseimbangan pola hidup, memiliki batasan pergaulan, orang tua ataupun keluarga turut serta dalam memantau mengenali karakter teman di lingkungan anak, mendekat kan diri dan diskusi kepada orang tua/keluarga yang dekat, bijak dalam memilih teman, berani untuk menolak, banyak beraktifitas secara positif dan belajar tentang sosialisasi pergaulan bebas
Pergaulan bebas terjadi dimana saja dan kapan saja, jika merasa lingkungan itu membawa ke dalam pergaulan yang bebas (dalam artian negatif) kita dapat melindungi diri sendiri dan orang-orang yang kita cintai dari dampaknya yang merugikan. alangkah baiknya cepat bertindak untuk menghindar sebelum terjebak selamanya dan berakhir penyesalan.
---------
Penulis adalah mahasiswi prodi kajian film, televisi dan media di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.

Komentar Via Facebook :