Kecelakaan di Tanjung Sengkuang Renggut Nyawa Siswa SMAN 14 Batam, Guru Kenang Korban Sosok yang Sopan

Kecelakaan di Tanjung Sengkuang Renggut Nyawa Siswa SMAN 14 Batam, Guru Kenang Korban Sosok yang Sopan

SMAN 14 Kota Batam. (Foto. batamnews.co.id).

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Kabar duka menyelimuti lingkungan SMAN 14 Batam setelah seorang siswanya, Achmad Sathoni, meninggal dunia akibat kecelakaan tragis di depan Puskesmas Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, pada Sabtu (18/10/2025) dini hari. Siswa kelas XI jurusan Sosial Hukum itu dikenal sebagai pribadi yang sopan dan berperilaku baik di lingkungan sekolah.

Informasi yang diperoleh batamnews.co.id menyebutkan bahwa almarhum adalah salah satu murid yang cukup aktif dan dikenal ramah oleh guru serta teman-temannya. Hal ini dibenarkan oleh Humas SMAN 14 Batam, Dian Evi Wahyuningsih, saat ditemui di sekolah pada Senin (20/10/2025).

“Iya benar, almarhum merupakan salah satu siswa kami. Almarhum dikenal sangat baik dan sopan santun terhadap guru-gurunya di SMAN 14,” ujar Dian.

Dian mengaku pihak sekolah sangat terkejut saat mendengar kabar meninggalnya Achmad. Beberapa hari sebelum kejadian, almarhum sempat berpamitan kepada gurunya untuk tidak melaksanakan tugas piket kebersihan di kelas pada Rabu (22/10/2025).

“Sebelum meninggal, almarhum sempat mendatangi gurunya untuk minta izin tidak mengawasi piket kebersihan kelasnya lagi. Ternyata benar, almarhum benar-benar pergi selamanya dalam insiden kecelakaan itu,” tutur Dian dengan nada haru.

Jenazah Achmad Sathoni telah dimakamkan di TPU Air Raja, Tanjung Sengkuang, pada Minggu (19/10/2025) usai salat Zuhur.

“Jasad almarhum sudah dikebumikan di TPU Air Raja. Kami, pihak sekolah bersama murid-murid, ikut menghantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir,” tambahnya.

Sebagai bentuk kepedulian, pihak sekolah juga mengimbau seluruh siswa untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama di malam hari.

“Kami mengimbau kepada seluruh murid serta orang tua untuk selalu berhati-hati saat berkendara. Jangan beraktivitas hingga larut malam. Mari bersama-sama menjaga anak-anak kita agar kejadian serupa tidak terulang,” imbau Dian.

Sebelumnya, insiden tragis itu terjadi sekitar tengah malam di depan Puskesmas Tanjung Sengkuang. Warga sekitar mengaku mendengar suara benturan keras sesaat setelah melihat beberapa remaja melintas dengan kecepatan tinggi.

Petugas Unit Laka Lantas Polresta Barelang yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Malam itu menjadi momen duka mendalam bagi keluarga, teman, dan guru Achmad Sathoni. Jalanan Tanjung Sengkuang menjadi saksi berakhirnya perjalanan seorang remaja yang dikenal santun dan berbakti — meninggalkan kenangan indah di hati banyak orang yang pernah mengenalnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :