Terungkap Pemicu Kapal Federal II di PT ASL Meledak: Belum Tank Cleaning, Perintah Kalau Terbakar Siram Pakai Air Aqua Saja!

Terungkap Pemicu Kapal Federal II di PT ASL Meledak: Belum Tank Cleaning, Perintah Kalau Terbakar Siram Pakai Air Aqua Saja!

Kapal Federal II yang kembali meledak di galangan PT ASL, Kota Batam. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Fakta baru terungkap di balik tragedi ledakan kapal Federal II di galangan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batam, yang menewaskan belasan pekerja. Dugaan kuat menyebutkan bahwa tangki kapal belum menjalani proses tank cleaning atau pembersihan sisa minyak sebelum pekerjaan pengelasan dilakukan.

Informasi ini diperoleh dari keterangan sejumlah pekerja yang selamat. Dua hari sebelum kejadian, tim fitting dari salah satu subkontraktor sudah memperingatkan pihak safety PT ASL bahwa bagian dalam tangki masih dipenuhi kerak minyak hitam yang mudah terbakar.

“Itu yang warna hitam semua kerak minyak, belum dibersihkan. Tapi bukannya disuruh stop kerja, malah disuruh standby air di botol Aqua, jadi kalau terbakar tinggal siram,” ungkap salah satu pekerja tim Rotary, yang diketahui menjadi kelompok dengan jumlah korban terbanyak.

Keterangan tersebut memperkuat dugaan adanya kelalaian prosedur keselamatan kerja (K3) di lokasi galangan. Dalam standar pekerjaan pengelasan di kapal tanker, tangki harus melalui proses gas freeing dan tank cleaning total untuk memastikan tidak ada sisa bahan bakar atau uap hidrokarbon yang mudah meledak.

Namun, dugaan sementara menyebut hal itu diabaikan. Pekerjaan hot work atau pengelasan tetap dilakukan di area yang masih mengandung sisa minyak, sehingga percikan api diduga memicu ledakan hebat pada Rabu (15/10/2025) pagi.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Debby Tri Andrestian membenarkan bahwa pihaknya telah menerima sejumlah keterangan dari pekerja dan saksi lapangan terkait dugaan tersebut.

“Semua informasi kami kumpulkan, termasuk kemungkinan belum dilakukan tank cleaning. Tim Labfor masih bekerja memastikan penyebab pastinya,” ujarnya.

Sementara itu, hingga Senin (20/10/2025), jumlah korban meninggal dunia tercatat 13 orang, dengan dua pekerja tambahan — Midun Siburian dan Edison Baktiar Napitupulu — meninggal dunia di RS Mutiara Aini subuh tadi.

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan, jika terbukti ada kelalaian dalam prosedur keselamatan, pihaknya akan menindak tegas.

“Apabila ditemukan unsur kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia, akan kami proses sesuai hukum,” tegasnya.

Tragedi Federal II kini tak hanya menyoroti besarnya jumlah korban, tapi juga membuka dugaan kelam soal pola abai terhadap keselamatan kerja di galangan kapal besar Batam.

Keluarga korban dan serikat pekerja mendesak penyelidikan menyeluruh serta audit independen terhadap penerapan K3 di seluruh proyek PT ASL Shipyard.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :