11 Nyawa Melayang, Roni Korban Terbaru Ledakan di Galangan Kapal Batam 

11 Nyawa Melayang, Roni Korban Terbaru Ledakan di Galangan Kapal Batam 

Proses Pemindahan Jenazah Roni Dari Rumah Sakit Mutiara Aini Menuju Rumah Sakit Bhayangkara, Kamis (16/10) sore. Foto : Tommy Purniawan

Nurjali

Batam, Batamnews - Dengan berat hati, kami kabarkan bahwa korban jiwa dari ledakan kapal Federal II di Batu Aji, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau kembali bertambah. Roni Andries Harefa, seorang korban yang sempat berjuang melawan lukanya, akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Kamis sore, 16 Oktober 2025.

Roni bukan sekadar angka. Ia adalah seorang manusia yang berjuang melawan luka bakar parah yang mencapai 53 persen di sekujur tubuhnya. 

Sejak kejadian tragis pada Rabu pagi, ia tergolek lemah di ruang ICU RS Mutiara Aini, bergantung pada selang oksigen dan ventilator. Nyawanya tak tertolong. Pukul 14.20 WIB, ia pergi untuk selamanya.

Baca juga: Kesaksian Pekerja Saat Ledakan Kapal MT Federall II: "Kami Langsung Lompat dari Kapal"

Lia Ambarwati, Humas RS Mutiara Aini, mengonfirmasi kabar duka ini. Dengan suara lirih, ia menyebut bahwa tim medis telah berjuang mati-matian. Semua upaya dilakukan, mulai dari pemberian oksigen hingga tindakan operasi. Tapi, kondisi Roni memang terlalu kritis.

Jenazahnya segera dipindahkan ke kamar jenazah. Tak lama, ambulans membawanya ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk menjalani otopsi, didampingi keluarga yang berduka.

Duka ini meluas. Korban tewas kini total mencapai 11 orang.

Di RS Elisabet Batu Aji, tujuh korban sempat dirawat. Empat di antaranya telah meninggal: Chandra Pasaribu (36), Krisman Simatupang (51), Ramadhani Risky Nasution (19), dan Habibulloh Siregar. 

Tiga lainnya, Fikri Krisnawan (23), Thomas Alfa (41), dan Mijrebel Siregar, masih dalam kondisi kritis.

RS Embung Fatimah juga kehilangan dua nyawa: Anton (48) dan Frenki Protes Pane (41). Keduanya telah dikembalikan kepada keluarganya untuk dimakamkan.

Sementara itu, RS Aini, yang menampung korban terbanyak (15 orang), kini merawat 11 pasien. Empat orang—Andi Haryono, Idris Sardi, Dhimas Saputra, dan Maradong Tampubolon—telah lebih dulu meninggal. 

Lima korban lain luka ringan, sedangkan enam lainnya—Idaya Putra, Arrafi Husen, Roni Andreas Harefa, Imam, Midun Siburian, dan Edison Baktiar Napitupulu—masih berjuang antara hidup dan mati di ruang intensif.

Baca juga: Tangis Haru Iringi Keberangkatan Delapan Jenazah Korban Ledakan Kapal PT ASL dari Bandara Hang Nadim

Tujuh korban lagi dirawat di RS Graha Hermin. Enam di antaranya luka berat: Dedi Supardi Rajagukguk (31), Krisna Ramadhan (24), Alvito Dinova (25), Abdul Munir (28), Dhani Darusman (41), dan Sodikin (23). Satu korban, Ceni Sohombing (22), mengalami luka ringan.

Di balik semua angka dan nama ini, ada cerita pilu, harapan yang pupus, dan keluarga yang menunggu dengan cemas. 

Setiap korban yang disebutkan adalah seorang manusia, dengan impian dan orang-orang yang mencintainya. Kini, mereka semua harus berjuang melawan luka, atau justru telah pergi meninggalkan duka yang dalam.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :