Cuaca Buruk Terjang Karimun, Ponton di Dermaga Tanjung Makom Ambruk Dihantam Gelombang dan Angin Kencang
Cuaca buruk yang melanda wilayah Kabupaten Karimun menyebabkan ponton di Dermaga Tanjung Makom, Selat Beliah, ambruk pada Rabu malam (8/10/2025).
Karimun, Batamnews – Cuaca buruk yang melanda wilayah Kabupaten Karimun menyebabkan ponton di Dermaga Tanjung Makom, Selat Beliah, ambruk pada Rabu malam (8/10/2025). Hembusan angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi di kawasan tersebut membuat struktur ponton tak mampu bertahan dan akhirnya roboh.
Kondisi ini sempat mengganggu aktivitas pelayaran antar pulau yang biasanya beroperasi melalui dermaga tersebut. Sejumlah kapal terpaksa menunda keberangkatan hingga situasi dinyatakan aman oleh petugas pelabuhan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Tohap, mengatakan pihaknya telah meninjau langsung lokasi kejadian untuk memastikan kondisi dermaga dan langkah penanganan yang harus dilakukan.
“Ponton ambruk akibat angin kencang dan arus laut yang kuat, ditambah kondisinya memang sudah dimakan usia. Tadi pagi kami sudah turun ke lokasi, dan rencananya ponton akan segera diangkat oleh pihak BUP selaku pengelola,” ujar Tohap, Kamis (9/10/2025).
Ia menambahkan bahwa penanganan lebih lanjut akan dilakukan oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang bertanggung jawab atas pengelolaan fasilitas dermaga tersebut.
Sementara itu, untuk menjaga kelancaran arus transportasi laut, pihaknya telah mengambil langkah sementara dengan mengalihkan aktivitas ke ponton lain.
“Dialihkan ke ponton keberangkatan,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ponton tersebut diketahui telah berusia cukup tua dan kondisinya mulai rapuh sebelum dihantam cuaca ekstrem. Kombinasi antara angin kencang dan ombak besar menjadi faktor utama penyebab ambruknya struktur ponton tersebut.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, otoritas pelabuhan mengimbau seluruh pengguna jasa transportasi laut untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca, mengingat potensi angin kencang dan gelombang tinggi masih bisa terjadi di perairan Karimun dalam beberapa hari ke depan.
Komentar Via Facebook :