Kapolres Karimun: Hasil Labfor Penyebab Keracunan MBG Keluar 1-2 Hari Lagi

Kapolres Karimun: Hasil Labfor Penyebab Keracunan MBG Keluar 1-2 Hari Lagi

Beberapa siswa yang menjadi korban pada MBG di Kabupaten Karimun.

Nurjali

Karimun, Batamnews - Polres Karimun masih menunggu hasil pemeriksaan sampel dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan sejumlah pelajar di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mengalami gejala keracunan.

Kapolres Karimun, AKBP Robby Topan Manusiwa, mengungkapkan bahwa proses penyelidikan saat ini bergantung pada hasil uji laboratorium forensik (labfor) dari Polda Riau, yang diperkirakan akan keluar dalam satu hingga dua hari ke depan.

"Untuk menyimpulkan penyelidikan, kami masih menunggu hasil labfor Polda Riau. Kemungkinan dalam satu atau dua hari ini," kata Kapolres Robby saat ditemui pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Baca juga: Operasi Gurita Karimun Sita 72.939 Batang Rokok Ilegal dan Minuman Alkohol

Hingga saat ini, Polres Karimun telah memeriksa keterangan dari lebih dari 15 orang saksi. Pemeriksaan mencakup pengelola program, guru, serta murid yang mengonsumsi menu MBG.

"Sejauh ini sudah ada 15 orang lebih yang kami periksa terkait kasus ini," ujarnya.

Selain itu, polisi juga menindaklanjuti keterangan bahwa sejumlah siswa diduga telah mengonsumsi jajanan di luar sekolah sebelum menyantap menu MBG. Hal ini menjadi salah satu faktor yang diselidiki, mengingat tidak semua siswa yang menyantap MBG mengalami keluhan.

"Kami selidiki juga keterangan bahwa anak-anak ini sebelum memakan menu MBG ada jajan di luar, sehingga tidak semua yang mengalami dugaan keracunan," jelasnya.

AKBP Robby menegaskan bahwa Polres Karimun memberikan perhatian khusus pada kasus ini. Ia meminta semua pihak untuk tidak berspekulasi sembarangan mengenai penyebab dugaan keracunan tersebut.

"Penyelidikan ini menjadi perhatian bagi kami, Polres Karimun, bahkan Polda, untuk segera menindaklanjuti apa penyebab dugaan keracunan anak-anak ini. Jadi jangan sampai di luar banyak yang berspekulasi," tegas Kapolres.

Baca juga: Dapur SPPG Sungai Lakam Karimun Hentikan Operasi Sementara, Ribuan Penerima MBG dan Pekerja Terdampak

Diketahui, kasus dugaan keracunan menu MBG ini dialami oleh 9 siswa SDN 010 Parit Lapis dan 15 pelajar SMPN 2 Karimun. Para korban mengeluhkan gejala serupa, seperti mual, muntah, dan nyeri perut setelah mengonsumsi makanan yang disajikan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :