BGN Evaluasi Menyeluruh SPPG di Batam, Satu Dapur Gizi Dihentikan Sementara

BGN Evaluasi Menyeluruh SPPG di Batam, Satu Dapur Gizi Dihentikan Sementara

Defri, Koordinator Wilayah Makan Bergizi Gratis (MBG) Batam. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Satuan Pangan dan Gizi (SPPG) di Batam menyusul munculnya sejumlah persoalan terkait keamanan pangan di beberapa dapur gizi. Langkah ini diambil setelah maraknya pemberitaan di berbagai media mengenai dugaan gangguan keamanan pangan di sejumlah SPPG.

Defri, Koordinator Wilayah Makan Bergizi Gratis (MBG) Batam, menyampaikan bahwa program gizi untuk ibu hamil dan balita di wilayah Punggung Sui berjalan masif. Saat ini terdapat 74 SPPG yang telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dengan total penerima manfaat mencapai 188 ribu orang.

"Kami apresiasi penuh terhadap SPPG-SPPG yang masih menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Namun untuk kejadian belakangan ini, terkait beberapa berita yang muncul di media, di TV dan sebagainya, pastinya dari Badan Gizi Nasional sendiri akan melakukan evaluasi besar-besaran," ujar Defri.

Ia menegaskan bahwa dapur gizi yang terbukti mengalami gangguan keamanan pangan akan dihentikan sementara waktu sampai proses pemeriksaan selesai. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas serta keamanan makanan yang diberikan kepada ibu hamil dan balita.

"Dapur yang ditutup sementara di Batam hanya satu. Dari 74 yang beroperasi ada 59, sisanya bukan di tutup, tapi harus melakukan pendataan penerima manfaat dan administratif lain," ungkapnya.

Lebih lanjut, Defri meminta agar SPPG lain yang masih aktif segera melengkapi sejumlah persyaratan penting, di antaranya:

  • Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, sebagai jaminan standar kebersihan dan sanitasi dapur.

  • Tenaga terlatih, minimal dua staf yang mampu melakukan pemeriksaan kualitas air yang digunakan.

  • Penerapan SOP dan HACCP, untuk menjaga kualitas melalui Standard Operating Procedure (SOP) dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).

Defri menegaskan bahwa program MBG memiliki visi besar dengan manfaat yang luas, baik bagi kesehatan masyarakat maupun bagi perkembangan ekonomi daerah.

"Tujuan kita cukup mulia, efek yang timbul dari program ini juga cukup luas dampaknya, pertumbuhan ekonomi, lapangan pekerjaan dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini cukup kali ini saja terjadi," katanya.

Ke depan, BGN berkomitmen memperketat pengawasan terhadap seluruh dapur gizi yang ada di Batam agar kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat tetap mendapat jaminan pangan sehat serta aman.

"Kita akan pastikan seluruh SPPG yang ada di Batam itu terawasi dengan penuh oleh Badan Gizi Nasional," tutup Defri.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :