Ada "Kecoa" di Makanan Gratis SMA 14 Batam, Ternyata Jangkrik
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah operasional untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam.
Batam, Batamnews - Bayangkan ini: seorang siswa di SMA Negeri 14 Batam, pada Kamis, 18 September 2025, hendak menyantap nasi kotak dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Sebelum sempat makan, matanya menangkap sesuatu yang bergerak di dalam kotak makanannya. Setelah diamati, benda bergerak itu diduga adalah seekor anak kecoa.
Foto dan cerita tentang serangga dalam makanan program pemerintah itu pun menyebar di media sosial. Publik pun menyoroti kualitas makanan yang seharusnya bergizi untuk para pelajar.
Baca juga: Gubernur Ansar Sebut Kepri Peringkat 5 Besar, Tapi DPR Ungkap Ada Ribuan SPPG Fiktif
Menanggapi heboh ini, Kepala Satuan Pengelola Program Gizi (SPPG) Batu Ampar, Yarmanto, angkat bicara. Ia memberikan klarifikasi tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Yarmanto mengakui, pihaknya baru mengetahui insiden tersebut pada hari Sabtu, dua hari setelah kejadian. "Kami pun baru tahu informasi setelah ada update dari media," ujarnya.
Namun, setelah diselidiki, ceritanya berubah. Yarmanto menegaskan bahwa benda yang ditemukan siswa itu bukanlah kecoa.
"Saya tekankan, itu sudah kami verifikasi. Itu bukan kecoa, melainkan berupa jangkrik. Saya sudah konfirmasi dengan pihak sekolah juga," jelasnya.
Meski yang ditemukan adalah jangkrik dan bukan kecoa, Yarmanto menyatakan bahwa pihaknya tidak tinggal diam.
"Hari ini kami sudah bertemu dengan perwakilan distrik dan dinas kesehatan untuk membicarakan penyelesaiannya," katanya.
Ia berjanji akan memperketat pengawasan ke depan. "Kita akan lebih menjaga kualitas, baik dari pihak dapur maupun sekolah. Saya sebagai kepala SPPG juga akan lebih meningkatkan pengawasan," tegas Yarmanto.
Baca juga: Usul Wawako Batam: Central Kitchen Kunci Efektivitas Program SPPG
Yang penting, menurutnya, tidak ada siswa yang sampai memakan makanan tersebut. "Makanan itu belum dimakan oleh anak, jadi tidak menjadi masalah kesehatan," tambahnya.
Pihak sekolah juga disebutkan telah memahami kejadian ini dan tidak mempersoalkannya lebih lanjut.
Bagaimanapun, peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi penyelenggara Program MBG untuk tidak lengah. Kualitas dan kebersihan makanan yang disajikan kepada siswa harus menjadi prioritas utama.
Komentar Via Facebook :