Tambatan Perahu Rusak Parah, Aktivitas Nelayan Sedanau Terganggu

Tambatan Perahu Rusak Parah, Aktivitas Nelayan Sedanau Terganggu

Kondisi tambatan perahu di Kampung Sedanau, Desa Rewak, Kecamatan Jemaja. (Ist)

Nurjali

Anambas, Batamnews - Nelayan di Kampung Sedanau, Desa Rewak, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, menghadapi kendala besar akibat kondisi pelabuhan tambatan perahu yang rusak parah. 

Fasilitas vital yang menjadi tempat utama mereka menambatkan perahu tersebut patah di bagian tengah dan sudah tidak dapat difungsikan.

Kondisi ini memaksa para nelayan mencari alternatif lain untuk menambatkan kapal mereka, sebuah situasi yang sering kali berisiko dan menyulitkan, terlebih ketika cuaca buruk atau gelombang tinggi. 

Baca juga: Penumpang Meninggal Dunia dalam Penerbangan Pesawat EasyJet 

Keluhan mengenai kerusakan ini telah disampaikan warga kepada pihak berwenang berulang kali, namun belum ditindaklanjuti dengan perbaikan nyata.

Kepala Desa Rewak, Deva Syafutra, membenarkan keluhan tersebut. Ia menyatakan bahwa kerusakan tambatan perahu telah lama berdampak pada kehidupan masyarakat nelayan setempat.

“Tambatan perahu itu memang sudah tua, dan sekarang tidak lagi dapat digunakan karena patah di tengah,” ujar Deva, Jumat, 19 September 2025.

Deva mengaku telah beberapa kali menyampaikan persoalan ini kepada instansi terkait. Kesempatan untuk menyuarakan langsung keluhan ini akhirnya datang saat kunjungan Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, untuk menghadiri acara panen raya ketahanan pangan di desanya.

“Alhamdulillah, respon Pak Bupati sangat cepat. Saya juga ikut mendampingi beliau melihat langsung kondisi tambatan perahu itu,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Aneng menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti persoalan ini. 

Rencananya, ia akan memanggil jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perhubungan Lingkungan Hidup (Dishub LH) untuk mengecek kelayakan dan memastikan apakah perbaikan tambatan perahu tersebut telah masuk dalam dokumen perencanaan teknis (Detail Engineering Design/DED) tahun depan.

Baca juga: Warga Puriagung Batam Resah Tower BTS Diatas Rumah, DPRD Minta Dinas CKTR Bertanggung Jawab

“Jika ada, bagusnya kita benahi dulu jalan menuju tambatan perahu ini agar nelayan bisa beraktivitas di laut dan darat,” tegas Bupati Aneng usai meninjau lokasi kerusakan beberapa waktu yang lalu.

Keberadaan tambatan perahu yang layak merupakan urat nadi bagi masyarakat pesisir. Nelayan Desa Rewak kini menunggu realisasi janji perbaikan tersebut agar aktivitas melaut mereka dapat kembali berjalan dengan lancar dan aman.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :