Keluarga Korban Pertanyakan Kejanggalan Kematian YDF Usai Jatuh dari Rooftop Lantai 4 Gedung di Nagoya Thamrin Batam

Keluarga Korban Pertanyakan Kejanggalan Kematian YDF Usai Jatuh dari Rooftop Lantai 4 Gedung di Nagoya Thamrin Batam

Nagoya Thamrin, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Misteri menyelimuti kematian seorang pria berinisial YDF (27) yang ditemukan tewas diduga jatuh dari lantai 4 Food Market Nagoya Thamrin, Lubuk Baja, Kota Batam, Minggu (14/9/2025) subuh. Keluarga korban mengaku menemukan sejumlah kejanggalan dalam peristiwa ini.

YDF diketahui bekerja di sebuah perusahaan rumput laut yang berlokasi di Barelang. Ia menempati mess perusahaan sekaligus menjaga kantor yang berada di rooftop lantai 4 Nagoya Thamrin.

Keluarga korban, R, menuturkan bahwa sebelum meninggal, YDF diduga sempat mengonsumsi alkohol. Namun, mereka tidak mengetahui dengan siapa korban minum.

"Iya, abang saya tinggal di rooftop sendirian. Dia kerja di perusahaan rumput laut. Infonya sebelum ditemukan meninggal dia mabuk. Nah, masalahnya dia mabuk sama siapa kami tidak tahu," ungkap R kepada batamnews.co.id, Minggu malam.

Menurut R, kondisi jenazah YDF tidak menunjukkan tanda-tanda khas korban jatuh dari ketinggian. "Kalau jatuh dari ketinggian minimal bocor atau patah tulang, ini nggak ada sama sekali," katanya.

Ia juga mengungkapkan keanehan lain ketika proses otopsi dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. "Di rumah sakit Bhayangkara yang datang itu saya dan pihak keluarga. Bos atau pimpinan perusahaan tempat dia kerja tidak kelihatan," ujar R.

Setelah dilakukan otopsi oleh tim forensik Polda Kepri, jenazah YDF langsung dipulangkan ke kampung halaman. "Jenazah sudah diterbangkan ke kampung. Kami masih menunggu hasil otopsi," ucap R.

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas Ardianto, membenarkan penemuan jasad YDF di kawasan Nagoya Thamrin. "Iya, benar korban laki-laki. Ditemukan di sekitar Food Market Nagoya Thamrin," ujarnya.

Noval menjelaskan, korban diketahui bekerja sebagai helper di perusahaan tempatnya berdinas. "Korban kerjanya bantu-bantu (helper). Kami masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab meninggalnya korban," jelasnya.

Hal senada disampaikan Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian. "Iya benar, adanya peristiwa itu, dan saat ini masih dalam penyelidikan," katanya.

Menurut Debby, pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan korban memang tinggal di rooftop bangunan tersebut. "Korban tinggal di rooftop bangunan itu. Diduga korban meninggal karena jatuh. Untuk penyebab jatuhnya masih dalam penyelidikan polisi," ujarnya.

Seorang saksi mata yang berada di lokasi menceritakan, jasad YDF ditemukan sudah tidak bernyawa. "Iya, ditemukan mayat laki-laki di Nagoya Thamrin, infonya jatuh. Pas dilihat, jasadnya sudah ditutupi kardus dan polisi sudah ada di lokasi," kata saksi tersebut.

 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :