Siapa Tyler Robinson? Pembunuh Charlie Kirk Tinggal dengan Kekasih Transgender Bercanda di Discord

Siapa Tyler Robinson? Pembunuh Charlie Kirk Tinggal dengan Kekasih Transgender Bercanda di Discord

Tersangka penembakan, Tyler Robinson, warga Utah berusia 22 tahun.

Nurjali

Batam, Batamnews - Seorang pejabat tinggi menyampaikan dugaan motif di balik pembunuhan aktivis politik Amerika Serikat, Charlie Kirk, saat tampil di sebuah acara publik di Utah Valley University.

Tersangka penembakan, Tyler Robinson, warga Utah berusia 22 tahun, saat ini ditahan tanpa jaminan di penjara setempat atas beberapa tuduhan, termasuk pembunuhan berencana.

“Sudah sangat jelas bagi kami dan para penyelidik bahwa pelaku adalah seseorang yang sangat terdoktrin dengan ideologi kiri,” ujar Gubernur Utah, Spencer Cox, dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal yang diterbitkan pada Sabtu, 13 September 2025.

Baca juga: Korban Penganiayaan Honorer Pemko Batam Tolak Berdamai: "Saya Ingin Pelaku Masuk Penjara"

Sementara itu, terungkap bahwa Robinson dilaporkan tinggal bersama kekasihnya yang beridentitas transgender di sebuah rumah di Utah. Kekasihnya tersebut disebutkan telah bekerja sama sepenuhnya dengan FBI dalam penyelidikan penembakan ini.

Detail baru investigasi ini muncul setelah janda almarhum Kirk menyampaikan pesan langsung kepada Donald Trump—sambil terbata-bata dalam pidato langsungnya yang disiarkan ke seluruh dunia.

Tak lama setelahnya, ia juga membagikan gambar dan video intim dirinya bersama jenazah suaminya yang terbaring di dalam peti mati. “Dunia ini jahat,” tulisnya dalam sebuah unggahan sangat personal di Instagram.

Penangkapan tersangka pembunuh Kirk disebutkan terjadi setelah seorang anggota keluarganya membantu menyerahkannya kepada polisi setelah pencarian besar-besaran. 

“Kami sudah menangkapnya,” ujar Gubernur Cox dalam konferensi pers pada Jumat, 12 September 2025 waktu setempat.

Cox menambahkan bahwa Robinson ditangkap setelah kerabatnya menghubungi seorang teman, yang kemudian menghubungi polisi.

Cox juga mengonfirmasi bahwa slogan anti-fasis terukir pada dua selongsong peluru yang tidak terpakai yang ditemukan setelah pembunuhan Kirk. 

Sang penembak melepaskan satu tembakan yang mematikan, merenggut nyawa Kirk—seorang pegiat berusia 31 tahun yang menggalang dukungan kaum muda untuk Presiden AS Donald Trump—saat tampil di sebuah universitas di Utah pada Rabu, 10 Septmber 2025.

Ratusan agen dari 20 lembaga penegak hukum terlibat dalam pencarian pelaku.

Baca juga: Warga Kavling Sei Lekop Tergantung Diri Diduga Akibat Depresi

Para pendukung Turning Point USA membagikan rencana lanjutan kelompok konservatif itu setelah kematian pendirinya, Charlie Kirk. 

Dalam pidato langsungnya pada Sabtu, 13 September 2025, janda Kirk, Erika Kirk, mendorong kaum muda Amerika untuk terus terlibat, dan menambahkan bahwa konferensi tahunan AmericaFest mereka akan berlanjut sesuai jadwal pada Desember mendatang.

“Bagi semua yang mendengarkan malam ini di seluruh Amerika, gerakan yang dibangun suamiku tidak akan mati,” kata Ms. Kirk.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :