Trauma Penganiayaan, Honorer Pemko Batam: Saya Ada Semua Bukti Perselingkuhan Dia Mengaku Bhayangkari
Fara (Tidak Berjilbab) saat tertangkap kamera video saat melakukan penganiayaan terhadap Kp. Foto : IST
Batam, Batamnews - Dengan suara yang masih bergetar akibat trauma, saya ingin menuturkan kisah yang saya alami. Nama saya KP, seorang tenaga honorer di Pemko Batam.
Sampai saat ini, saya masih menjalani perawatan di rumah sakit dan belum bisa memberikan keterangan lengkap kepada penyidik karena kondisi saya yang belum pulih.
Saya adalah korban penganiayaan yang dilakukan oleh F, istri dari seorang oknum anggota Polda Kepri. Yang membuatnya lebih pedih—ia adalah teman baik saya sendiri. Saya sama sekali tidak menyangka akan mengalami kekerasan ini dari seseorang yang saya anggap dekat.
Baca juga: Honorer Setdako Batam Beberkan Kronologi Penganiayaan di Panggung Alun-Alun Engku Putri Batam
Awalnya, F menuduh saya telah membocorkan perselingkuhannya kepada suaminya, Ar. Padahal, saya tidak pernah melakukannya.
Bahkan, saya belum pernah sekalipun bertemu atau berbicara langsung dengan Ar. Suatu waktu, saya pernah mendapat telepon darinya menanyakan soal perselingkuhan F, dan saya pun menjawab jujur bahwa saya tidak tahu.
Justru sebenarnya, sayalah yang selama ini menyimpan semua bukti perselingkuhan F dengan pria lain.
Bahkan, saya beberapa kali menemani dia dalam pertemuannya. Itulah yang membuat saya semakin tidak terima—saya yang menyimpan bukti, tapi justru saya yang disalahkan dan disakiti.
Satu hal yang hingga kini masih terngiang di telinga saya adalah saat F berteriak, “Aku ini Ibuk Bhayangkari, suamiku polisi!” sambil menuduh saya telah merusak rumah tangganya dan mengambil suaminya. Ucapan itu sangat menyakitkan dan sama sekali tidak benar.
Baca juga: Masalah Asmara, Honorer Pemko Batam Jadi Korban Penganiayaan Ibu Bhayangkari
Saya berharap kepolisian dapat merespons kasus ini dengan serius. Segala bukti perselingkuhan F yang saya miliki akan saya serahkan kepada penyidik agar kebenaran benar-benar terungkap.
Saya hanya ingin keadilan ditegakkan, dan saya bisa mendapatkan kembali kedamaian yang telah direnggut dari diri saya.
Komentar Via Facebook :