Honorer Setdako Batam Beberkan Kronologi Penganiayaan di Panggung Alun-Alun Engku Putri Batam

Honorer Setdako Batam Beberkan Kronologi Penganiayaan di Panggung Alun-Alun Engku Putri Batam

Sejumlah Pegawai Pemko Meleraikan Dugaan Aksi Penganiayaan Terhadap Seorang Wanita Honorer Setdako Batam, di Panggung Alun-alun Engku Putri, Batam Kota, Rabu (10/09/2025). (foto. hasil tangkapan layar dari video yang diperoleh batamnews.co.id).

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Seorang honorer di Sekretariat Daerah (Setda) Kota Batam, berinisial KP (24), mengaku menjadi korban penganiayaan oleh seorang perempuan berinisial F yang mengaku sebagai Bhayangkari sekaligus istri seorang oknum polisi berinisial A, yang diketahui bertugas di Mapolda Kepri.

KP menceritakan, konflik itu berawal sejak tahun 2022, ketika ia menemani F masuk ke salah satu tempat hiburan malam (THM) di kawasan Square bersama suaminya, A.

"Pada tahun 2024, untuk pertama kalinya A menghubungi saya lewat WhatsApp membahas soal malam itu. Saya tidak mau ikut campur, lalu saya blokir nomornya," ungkap KP kepada Batamnews.co.id, Kamis (11/9/2025).

Namun, masalah kembali mencuat pada 2025. Menurut KP, F menuding rumah tangganya hancur karena dirinya. Bahkan, F menyebut KP dengan kata-kata yang tak pantas, yang dimana juga F menuding bahwa KP berusaha mendekati suaminya.

"Faktanya, saya tidak pernah bertemu langsung dengan suaminya. Saat kami sempat berkomunikasi lewat WhatsApp, dia (A) mengaku sudah pisah rumah. Jadi jelas bukan saya penyebab rumah tangga mereka runtuh," tegas KP.

KP kemudian mencoba meminta penjelasan kepada A dengan membuka blokir WhatsApp, namun tidak mendapat respons. Ia bahkan sempat meminta bantuan manajer Grab Bandara tempat kerja F untuk mempertemukan mereka, namun pertemuan tersebut tidak menghasilkan penyelesaian.

"Yang ada hanya api ketemu api. Masalah tidak selesai dan justru membuat kami sama-sama menyimpan sakit hati," ujarnya.

Puncaknya terjadi pada Rabu (10/9/2025). Saat itu, dua orang tak dikenal mendatangi ruang kerja KP di Kantor Setdako Batam dan mengajaknya keluar.

"Mereka pakai masker dan bilang, ‘Ada yang mau jumpa.’ Saya tanya siapa, dijawab, ‘Nanti akan tahu sendiri,’" ucap KP.

Begitu keluar, KP mendapati bahwa yang menunggunya adalah F. Pertemuan itu kembali memicu keributan.

"Saya sempat tanya, ‘Bagaimana peran saya sebagai pelakor dan perusak rumah tangga kamu?’ Tapi dia malah langsung menunjuk, mendorong, menjambak rambut, memukul, menendang, dan mencakar saya," kata KP.

Dalam insiden itu, KP juga mendengar F berteriak, 'Saya Bhayangkari, Suami Saya Polisi!', sebelum akhirnya dilerai oleh orang di sekitar lokasi.

Usai kejadian, KP langsung melakukan visum di rumah sakit dan melaporkan kasus tersebut ke Polsek Batam Kota.

Sebelumnya, peristiwa penganiayaan itu sempat terekam CCTV Kantor Pemko Batam dan ponsel warga sekitar. Kejadian berlangsung sekitar pukul 11.40 WIB di kawasan Panggung Alun-Alun Engku Putri, Batam Kota.

Hingga berita ini dimuat, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi terkait peristiwa penganiayaan kepada pihak berwenang.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :