Wapres Gibran Apresiasi Keberhasilan Budidaya Lobster KKP dengan Survival Rate 80%

Wapres Gibran Apresiasi Keberhasilan Budidaya Lobster KKP dengan Survival Rate 80%

Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, Didampingi Pejabat Terkait, saat Diwawancarai Awak Media di Kantor KKP Batam, Rabu (10/09/2025). (foto. istimewa).

Nurjali

Batam, Batamnews - Dalam sebuah kunjungan kerja ke Batam, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono didampingi oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto. 

Mereka hadir untuk memanen hasil perdana budi daya lobster di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam pada Rabu, 10 September 2025.

Panen kali ini berhasil mengumpulkan sekitar 1,7 ton lobster, dengan harga jual mencapai Rp400 ribu per kilogram. Trenggono melihat momen ini sebagai peluang besar untuk mendongkrak ekonomi nasional, mengingat Indonesia memiliki persediaan bibit lobster yang sangat melimpah.

Baca juga:  Gibran: Regulasi Ketat Dibutuhkan untuk Cegah Penyelundupan Benih Lobster

"Kami telah mempelajari teknologi dan ekosistem budi daya lobster selama dua hingga tiga tahun terakhir. Kini hasilnya mulai terlihat. Untuk itu, kami mengajak Pak Wapres dan Ibu Ketua Komisi IV sebagai mitra kerja untuk menyaksikan langsung. Dalam tiga sampai empat tahun ke depan, Indonesia akan menjadi kekuatan utama dalam blue food, khususnya lobster," ujar Trenggono.

Lobster yang dipanen terdiri dari jenis pasir bambu dan mutiara, dengan total sekitar 6.000 ekor. Selain lobster, BPBL Batam juga sedang menguji coba budi daya ikan bawal bintang, kakap, dan napoleon.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan apresiasi atas tingginya tingkat kelangsungan hidup (survival rate) lobster budi daya yang mencapai 80%. Menurutnya, keberhasilan ini perlu diterapkan juga di daerah lain.

"Tadi survival rate-nya mencapai 80%. Ini sangat baik dan harus didorong agar dapat direplikasi di lokasi-lokasi lainnya. Presiden juga telah beberapa kali memberikan arahan terkait pengembangan kampung nelayan," kata Gibran.

Gibran juga menyoroti persoalan penyelundupan hasil perikanan. Ia menekankan pentingnya segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk mencegahnya.

Baca juga: Wapres Gibran Tinjau Program MBG hingga Nongsa Digital Park dalam Kunker ke Batam

"Perpres ini harus segera didorong karena praktik penyelundupan harus dihentikan. Kekayaan laut kita sangat besar dan harus dijaga untuk kesejahteraan rakyat," tegasnya.

Kota Batam dipilih sebagai lokasi pengembangan model budi daya lobster karena memiliki potensi sumber pakan alami yang melimpah. Lobster sendiri merupakan salah satu komoditas unggulan ekspor perikanan Indonesia.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :