Gibran: Regulasi Ketat Dibutuhkan untuk Cegah Penyelundupan Benih Lobster

Gibran: Regulasi Ketat Dibutuhkan untuk Cegah Penyelundupan Benih Lobster

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam di Pulau Setokok.

Nurjali

Batam, Batamnews – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam di Pulau Setokok, Rabu, 10 September 2025. 

Kunjungan ini menjadi sinyal kuat pemerintah pusat untuk mempercepat transformasi dari perikanan tangkap menuju perikanan budidaya yang berkelanjutan, dengan lobster sebagai komoditas unggulan.

Gibran didampingi langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, beserta jajaran pejabat kementerian dan pemerintah daerah. Rombongan secara langsung meninjau fasilitas riset dan produksi balai tersebut, termasuk proses pembenihan, pemeliharaan larva, hingga pembesaran lobster dengan sistem bioflok modern.

Baca juga: Wapres Gibran Tinjau Program MBG hingga Nongsa Digital Park dalam Kunker ke Batam

Dalam paparannya, Menteri Trenggono mengungkapkan kemajuan signifikan yang telah dicapai BPBL Batam. 

“Riset intensif selama dua tahun terakhir menunjukkan tingkat keberhasilan pembenihan lobster meningkat drastis, mencapai 70% dibanding tahun pertama,” ujarnya.

Trenggono menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi alam yang sangat besar untuk bersaing di pasar global. 

“Potensi alam kita mampu menghasilkan ratusan miliar ekor benih lobster per tahun. Dengan teknologi dan tata kelola yang tepat, ini akan langsung berdampak pada perekonomian nasional,” tambahnya.

Ia menyayangkan nilai ekspor produk perikanan Indonesia yang masih berkisar di angka $5 miliar AS, padahal potensi riilnya diperkirakan dapat melampaui $10 miliar AS per tahun jika komoditas seperti lobster, kerapu, dan bawal bintang digarap secara serius.

Wapres Gibran menyampaikan apresiasi atas capaian BPBL Batam yang dinilainya sangat progresif meski baru diresmikan pada 2024. 

“Saya melihat sendiri proses dari bibit hingga siap konsumsi dilakukan secara profesional. Potensi ekonomi biru kita luar biasa. Program seperti ini harus direplikasi di wilayah kepulauan lain dengan melibatkan masyarakat lokal,” tegas Gibran.

Di kesempatan yang sama, Gibran juga menekankan pentingnya regulasi ketat untuk memberantas penyelundupan benih lobster ke luar negeri. Ia berharap Perpres mengenai tata kelola budidaya dan distribusi benih lobster segera difinalkan untuk melindungi ekosistem dan memberikan nilai tambah bagi nelayan.

Baca juga: Polda Metro Jaya: Sat Siber TNI Tak Bisa Laporkan Ferdy Irwandi, Ini Penjelasan Polisi

Menutup kunjungannya, Wapres menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi biru memerlukan kolaborasi menyeluruh. 

“Tanpa dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, mustahil program ini berjalan. Tugas kita sekarang mengeksekusi visi-misi Presiden untuk menjadikan laut sebagai sumber kesejahteraan,” pungkasnya.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi momentum bagi Batam dan daerah kepulauan lainnya untuk menjadi pelopor budidaya perikanan. Dengan dukungan penuh teknologi, regulasi, dan masyarakat, Indonesia berpeluang menjadi produsen lobster terbesar dunia dalam beberapa tahun mendatang.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :