Imigrasi Batam Luncurkan Layanan Jemput Bola Izin Tinggal di Kawasan Industri

Imigrasi Batam Luncurkan Layanan Jemput Bola Izin Tinggal di Kawasan Industri

Petugas Imigrasi saat mencoba layanan Reach-Out Didalam Batamindo, Selasa (2/9/2025) pagi. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Inovasi pelayanan publik kembali hadir di Kota Batam. Kantor Imigrasi bersama Batamindo Investment Cakrawala resmi meluncurkan layanan izin tinggal berbasis reach out service atau jemput bola, Senin (1/9/2025) pagi.

Program ini menjadi yang pertama di Batam dengan tujuan mempermudah tenaga asing yang bekerja di kawasan industri untuk mendapatkan kepastian hukum secara cepat dan efisien.

General Manager Batamindo Investment Cakrawala, Mook Sooi Wah, menyambut baik kepercayaan yang diberikan pemerintah. Ia menilai pelayanan imigrasi langsung di kawasan industri merupakan bentuk dukungan nyata terhadap iklim investasi.

“Tenant kami kini bisa lebih mudah mengurus izin tinggal tanpa harus menunggu lama. Konsep one stop service ini sangat membantu aktivitas kerja sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal Keimigrasian Kanwil Ditjen Imigrasi, Wira Zulfikar, menegaskan layanan ini dirancang cepat, transparan, dan efektif. Menurutnya, model jemput bola akan memangkas waktu pengurusan sekaligus memberikan kepastian hukum bagi tenaga kerja asing.

“Selain mendukung daya saing industri, layanan ini juga memperkuat citra tenaga asing yang profesional di Batam,” katanya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Hajar Aswad, menambahkan bahwa inisiatif jemput bola ini muncul untuk menjaga iklim investasi agar tetap kondusif. Ia menyebut, tanpa inovasi tersebut akan timbul antrean panjang.

"Karena itu, kami mulai dari Batamindo, kemudian akan diperluas ke kawasan industri lain seperti Kabil dan Panbil. Targetnya, konsep ini bisa berlaku secara nasional,” jelasnya.

Hajar juga menyinggung layanan Golden Visa. Ia menyebut kategori izin tinggal bagi warga negara asing (WNA) cukup beragam, mulai dari pebisnis, pekerja, hingga investor. Saat ini, di Batam ada sekitar 5.000 hingga 6.000 WNA yang mengurus izin tinggal setiap bulannya, mayoritas berasal dari Singapura dan India, disusul dari Malaysia.

Meski masih tahap awal, layanan jemput bola ini langsung mendapat respon positif. Pada hari peluncuran, tercatat ada tiga hingga empat pemohon, dan seluruhnya dilayani penuh.

“Kami anggap ini pilot project. Ke depan, setiap bulan akan dievaluasi berapa jumlah izin tinggal yang diurus, apakah alih status, perpanjangan, perubahan alamat, atau izin tinggal terbatas,” ujarnya.

Hajar menambahkan, rata-rata pengurusan izin tinggal di Batam mencapai 600 permohonan setiap bulan dengan layanan beragam, mulai dari izin tinggal terbatas, izin tinggal bisnis, hingga perpanjangan izin lainnya.

“Semua akan kami sesuaikan dengan ketentuan agar tetap efektif dan terarah,” tambahnya.

Selain meluncurkan jemput bola di kawasan industri, Imigrasi Batam juga menyiapkan inovasi layanan baru yang lebih dekat dengan publik. Layanan izin tinggal dan paspor yang selama ini berada di Gedung Sumatera Mall akan segera dipindahkan.

“Insyaallah pertengahan September atau minggu ketiga, layanan itu akan dialihkan ke salah satu hotel yang akan kami jadikan pusat layanan bernama Immigration Land. Di sana akan tersedia layanan paspor dan izin tinggal dalam satu tempat,” katanya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :