Mengenal Belangkas, Si Darah Biru yang Jadi Maskot Porkot Batam 2025

Mengenal Belangkas, Si Darah Biru yang Jadi Maskot Porkot Batam 2025

Hewan Blangkas yang didapat di laut Kepulauan Riau memiliki nilai jual yang tinggi.

Nurjali

Batam, Batamnews – Pemerintah Kota Batam baru-baru ini secara resmi meluncurkan maskot dan logo untuk Pekan Olahraga Kota (Porkot) Batam ke-VII tahun 2025. Yang menarik, salah satu maskot yang terpilih adalah hewan khas Kepulauan Riau yang langka dan unik: Belangkas.

Hewan yang sering disebut sebagai kepiting tapal kuda ini sebenarnya bukanlah kepiting. Secara taksonomi, belangkas justru memiliki kekerabatan yang lebih dekat dengan keluarga laba-laba dan kalajengking. 

Hewan purba ini telah menghuni bumi selama lebih dari 450 juta tahun, bahkan sejak zaman dinosaurus, dengan bentuk tubuh yang hampir tidak berubah. Karena ketahanannya ini, belangkas kerap dijuluki sebagai "fosil yang bernyawa".

Baca juga: Belangkas Jadi Maskot Porkot Batam VII 2025, Usung Tema Sportif dan Budaya Melayu

Ciri khas belangkas mudah dikenali dari bentuknya yang unik: tubuhnya bulat, pipih, dan dilindungi cangkang keras seperti helm tentara Romawi, dengan ekor panjang dan runcing yang menyerupai mata tombak. Mereka biasa ditemui di perairan dangkal, pesisir pantai, dan sekitar hutan mangrove.

Salah satu keunikan belangkas yang paling menakjubkan adalah warna darahnya yang biru. Warna ini berasal dari kandungan hemocyanin, sebuah protein yang mengandung tembaga. Ketika teroksidasi oleh oksigen, protein inilah yang memberinya warna biru.

Darah biru ini justru memiliki nilai yang sangat fantastis di dunia medis. Dilaporkan harganya bisa mencapai $60,000 per gallon (sekitar 3,78 liter). 

Darah belangkas mengandung zat yang sangat sensitif terhadap racun bakteri, sehingga digunakan untuk menguji sterilitas dan keamanan vaksin, alat suntik, serta peralatan medis lainnya, menjadikannya penjaga kualitas yang sangat andal.

Berbeda dengan hewan laut lainnya, belangkas tidak memiliki kerangka dalam. Mereka dilindungi oleh cangkang luar yang keras. Untuk tumbuh, mereka harus melalui proses molting atau ganti kulit, di mana mereka melepaskan cangkang lamanya dan membentuk yang baru. 

Proses ini membutuhkan energi sangat besar dan membuat pertumbuhan mereka relatif lambat, meski justru memberinya usia yang panjang.

Sayangnya, populasi hewan purba ini kini kian menurun dan terancam punah. Perburuan besar-besaran untuk dua tujuan utama—mengambil darahnya bagi industri farmasi dan menangkapnya untuk dikonsumsi—menjadi ancaman terbesar. Padahal, keberadaan belangkas sangat vital bagi ekosistem.

Baca juga: Realiasi Pajak Kendaraan Batam Tembus 74%, Wali Kota Targetkan 100% di Akhir Tahun

Belangkas berperan sebagai bio-indikator kesehatan lingkungan. Keberadaannya di suatu perairan menandakan bahwa ekosistem laut tersebut masih bersih dan sehat. Mereka juga berperan aktif dalam menjaga keseimbangan rantai makanan di kawasan pesisir.

Di Indonesia, dikenal tiga jenis belangkas: Belangkas Besar (Tachypleus gigas), Belangkas Tiga Duri (Tachypleus tridentatus), dan Belangkas Padi (Carcinoscorpius rotundicauda) yang berukuran paling kecil.

Dengan dijadikannya belangkas sebagai maskot Porkot Batam 2025, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan kelestarian hewan purba ini. Mari kita jaga dan lindungi Belangkas dari perburuan liar demi kelestarian ekosistem pesisir dan warisan alam yang tak ternilai harganya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :