Wamenaker Immanuel Ebenezer Ditangkap KPK dalam OTT, Uang Miliaran hingga Mobil Mewah Disita
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer, yang akrab disapa Noel. (Foto: ist/net)
Jakarta, Batamnews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer, yang akrab disapa Noel. Penangkapan ini turut menyeret 13 orang lainnya dan berkaitan dengan dugaan pemerasan perusahaan untuk pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Dalam operasi senyap tersebut, KPK berhasil menyita sejumlah barang bukti mencengangkan. Tak hanya uang tunai bernilai miliaran rupiah, penyidik juga mengamankan 15 unit mobil dan 7 unit sepeda motor.
Beberapa kendaraan mewah yang turut disita antara lain Nissan GTR-R35, Hyundai Stargazer, BMW 330i, Pajero Sport, Hyundai Palisade, dan Toyota Corolla Cross. Sementara kendaraan roda dua yang diamankan di antaranya Ducati Hypermotard 950, Ducati Xdiavel 1200, Scrambler Ducati, serta Vespa Sprint S 150.
"Yang pasti ada uang, ada puluhan mobil dan ada motor Ducati," kata Wakil Ketua KPK Fitroh, Kamis (21/8/2025).
Tak hanya itu, KPK juga telah menyegel ruang kerja Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Ditjen Binwasnaker & K3) sebagai bagian dari penyidikan.
Noel tercatat sebagai pejabat pertama di kabinet Presiden Prabowo Subianto yang terjerat OTT KPK. Ia baru dilantik sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan pada 21 Oktober 2024, atau belum genap setahun menjabat.
Perjalanan politik Noel cukup berliku. Ia sebelumnya dikenal sebagai pendukung Joko Widodo melalui organisasi Jokowi Mania, sempat beralih mendukung Ganjar Pranowo lewat GP Mania, lalu akhirnya mengalihkan dukungan ke Prabowo Subianto menjelang Pilpres 2024. Noel juga menjabat sebagai Ketua Prabowo Mania 08.
Menanggapi penangkapan tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan Presiden Prabowo Subianto tidak mempersoalkan langkah hukum KPK. "Beliau [Prabowo] hormati proses di KPK dan dipersilakan untuk proses hukum itu dijalankan sebagaimana mestinya," kata Pras di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Lebih lanjut, Pras menyebut Presiden baru akan mengambil keputusan soal penggantian Noel sebagai Wamenaker apabila terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Meski demikian, ia belum merinci apakah pembuktian itu akan didasarkan pada penetapan tersangka atau putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht).
Kasus ini kini menjadi sorotan publik, mengingat Noel adalah pejabat pertama di kabinet Prabowo yang terjerat OTT, dengan barang bukti spektakuler berupa uang miliaran dan deretan kendaraan mewah.

Komentar Via Facebook :