Dua Identitas Ditemukan di Motor, Polisi Selidiki Aksi Lompat dari Jembatan 1 Barelang
Tim Basarnas dan Anggota Polairud Polresta Barelang saat melakukan pencarian korban menggunakan perahu karet di Jembatan 1 Barelang. (Foto: istimewa)
Batam, Batamnews – Untuk kesekian kalinya, Jembatan 1 Barelang kembali menjadi lokasi aksi nekat. Seorang warga diduga melompat dari Jembatan Fisabilillah pada Senin (11/8/2025) dini hari. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan setelah menemukan dua identitas di dalam motor yang ditinggalkan di lokasi.
Peristiwa ini terungkap setelah warga sekitar melihat sebuah sepeda motor Honda Beat warna hijau putih dengan nomor polisi BP 2938 ME terparkir di atas jembatan. Kunci motor masih tergantung di kotaknya, namun pemiliknya tidak ada di tempat.
Curiga dengan kondisi tersebut, warga melaporkan kejadian ini ke Pos Ditpam yang berada tak jauh dari jembatan. Tak lama kemudian, warga juga melihat seseorang melompat dari sisi kiri jembatan.
Petugas Ditpam yang memeriksa kendaraan itu menemukan sejumlah barang di dalam jok motor, di antaranya dompet berisi KTP atas nama Hmad Adre (19), kartu Jamsostek, kartu berobat, dan KIS atas nama Rifaldo Rahul Setiawan. Selain itu, di motor tersebut juga terdapat topi yang tergantung di kaca spion dan botol minuman beralkohol jenis whisky.
Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, membenarkan peristiwa ini dan menyatakan seluruh barang bukti telah diamankan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polairud dan Basarnas untuk melakukan pencarian korban di perairan sekitar lokasi.
“Hingga siang ini kita masih melakukan pencarian,” ujarnya.
Menurut keterangan saksi di lokasi, hanya terlihat satu orang yang melompat dari sisi kiri jembatan. Namun, keberadaan dua identitas dalam motor membuat polisi belum dapat memastikan siapa korban sebenarnya.
“Kita tidak bisa berspekulasi siapa yang melompat. Jika korban ditemukan, barulah identitasnya bisa dipastikan,” tegas Husnul.
Peristiwa ini menambah panjang daftar kejadian serupa di Jembatan 1 Barelang, yang dikenal sebagai salah satu ikon Batam sekaligus lokasi rawan aksi nekat. Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui informasi terkait kejadian tersebut.

Komentar Via Facebook :