HKI Teken MoU Strategis di Hadapan Presiden Prabowo, Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8% Lewat Hilirisasi dan SDM Unggul

HKI Teken MoU Strategis di Hadapan Presiden Prabowo, Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8% Lewat Hilirisasi dan SDM Unggul

Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya dalam investasi hilirisasi, pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan pengembangan kawasan industri. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Bandung, Batamnews – Dalam momen penting Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) Institut Teknologi Bandung, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya dalam investasi hilirisasi, pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan pengembangan kawasan industri.

Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara HKI, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, yang disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana, menyatakan bahwa kehadiran Presiden Prabowo dalam acara tersebut menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap agenda hilirisasi nasional yang berkelanjutan dan inklusif.

“Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, kami tegaskan komitmen HKI untuk menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bersama pemerintah, kami yakin target pertumbuhan ekonomi 8% dalam lima tahun dapat tercapai,” tegas Ma'ruf.

Ma’ruf juga menegaskan bahwa penandatanganan MoU tersebut sejalan dengan misi Asta Cita Presiden Prabowo, yang menekankan kemandirian ekonomi nasional, penguatan inovasi teknologi, dan keberlanjutan sosial.

Dalam paparannya, Ma’ruf menjelaskan bahwa HKI akan fokus pada percepatan investasi hilirisasi di berbagai sektor strategis, seperti mineral, energi terbarukan, pangan, dan manufaktur berteknologi tinggi. Menurutnya, pengembangan kawasan industri secara terintegrasi menjadi kunci menciptakan ekosistem yang ramah bagi investor dalam dan luar negeri.

“Hilirisasi bukan sekadar jargon, tetapi kunci meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional. Dengan memperkuat kawasan industri, kita akan menarik investasi yang bukan hanya besar secara nilai, tetapi juga memberikan transfer teknologi dan membuka peluang kerja bagi jutaan anak bangsa,” ungkap Ma’ruf.

Tak hanya soal investasi, HKI juga memberikan perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia (SDM). HKI akan menggandeng perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri untuk membangun program pelatihan vokasi dan pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

“Kami tidak hanya membangun kawasan industri, tetapi juga menyiapkan manusia yang akan mengelolanya. SDM unggul adalah fondasi utama. HKI akan mendorong kolaborasi antara universitas, industri, dan pemerintah agar lahir tenaga kerja terampil, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global,” pungkas Ma’ruf.

Kegiatan KSTI 2025 diharapkan menjadi forum kolaborasi pentahelix antara pemerintah, industri, akademisi, media, dan masyarakat untuk mempercepat transformasi industri nasional berbasis sains dan teknologi.

Tentang HKI

Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) adalah organisasi nasional yang menaungi kawasan industri di seluruh Indonesia. HKI berperan aktif dalam mendorong pembangunan kawasan industri modern, memperkuat daya saing investasi, dan membangun sinergi strategis dengan pemerintah serta berbagai pemangku kepentingan, guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, merata, dan berkelanjutan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :