Persaingan Ketat NIO dan Li Auto: Siapa yang Unggul?
Persaingan sengit antara dua raksasa kendaraan listrik (EV) China, NIO dan Li Auto.
Batam, Batamnews – Persaingan sengit antara dua raksasa kendaraan listrik (EV) China, NIO dan Li Auto, semakin memanas dengan peluncuran SUV listrik tiga baris terbaru mereka. Kedua model ini ditujukan untuk keluarga kaya dengan banyak anak di tengah persaingan brutal di pasar EV China.
Hubungan kedua perusahaan yang tercatat di bursa AS ini memburuk setelah terjadi perang mulut di antara eksekutif mereka. Bahkan, staf penjualan kedua merek saling menyoroti kelemahan produk kompetitor, menurut pengamatan *TechNode*.
Sejauh ini, NIO tampak unggul setelah sahamnya melonjak 8% di Bursa Saham New York pada 31 Juli menyusul peluncuran Onvo L90, mendorong kapitalisasi pasarnya menjadi $4,9 miliar.
Sementara itu, saham Li Auto terus turun selama tiga hari berturut-turut setelah SUV i8-nya diluncurkan dengan harga lebih tinggi dari ekspektasi pada 29 Juli.
Di tengah persaingan EV China yang semakin ketat, NIO dan Li Auto tidak bisa lagi melakukan kesalahan.
Baca juga: Toyota Tundra 2026 Hadir dengan Pembaruan Signifikan, Fitur Hybrid hingga TRD Pro Eksklusif
Peluncuran sebelumnya dari kedua perusahaan—model pertama NIO di bawah merek Onvo dan mobil listrik pertama Li Auto—dihadang masalah, mulai dari penundaan produksi hingga desain yang kontroversial.
NIO telah mencatatkan kerugian kumulatif lebih dari $29 miliar sejak tahun lalu. Keberhasilan Onvo L90 bisa menjadi penyelamat bagi perusahaan yang menargetkan impas pada kuartal akhir tahun ini.
Sementara itu, kinerja buruk model Mega telah menjadi pukulan bagi Li Auto, yang menunda peluncuran i8—SUV listrik pertamanya—selama setahun. Perusahaan ini juga menghadapi melambatnya permintaan untuk SUV hybrid-nya.
Onvo L90, SUV enam kursi dengan motor tunggal, menawarkan jarak tempuh 605 km dan harga mulai Rp 179.800 ($24.938) dengan opsi sewa baterai (Battery-as-a-Service/BaaS). Jika membeli baterainya, harganya mulai Rp 265.800. Sementara itu, Li i8 menawarkan jarak tempuh 670 km tetapi dengan harga lebih tinggi, mulai Rp 321.800.
Dengan panjang 5,2 meter, Onvo L90 lebih besar dan ringan daripada i8, serta memiliki kabin yang lebih lapang. Menurut NIO, bagasi L90 cukup untuk sembilan koper dan satu tas anak. Sedangkan Li Auto mengklaim i8 dapat memuat dua koper 28 inci dan empat tas—tanpa ruang penyimpanan depan.
Baca juga: Hyundai Ioniq 9 Review: SUV Listrik 3 Baris Pertama dengan Desain Futuristik & Jarak Tempuh 335 Mil
Ketegangan memuncak pada 24 Juli ketika Wakil Presiden Li Auto, Liu Jie, menuduh NIO menggunakan "water army" (pasukan buzzer bayaran) untuk menyebarkan rumor negatif tentang i8. Presiden merek Onvo NIO, Shen Fei, membantah tuduhan itu dan meminta maaf publik dari Liu di Weibo.
Permintaan EV premium (Rp 300.000–Rp 400.000) turun 14% pada paruh pertama 2024, menurut Asosiasi Produsen Mobil China. Namun, penjualan EV secara keseluruhan naik 40,3%, didorong oleh model berharga di bawah Rp 150.000.
Dengan persaingan semakin ketat, NIO dan Li Auto harus berjuang keras untuk memenangkan hati konsumen di tengah ketidakpastian ekonomi dan perang tarif global.

Komentar Via Facebook :