Keluarga Terduga Pelaku Pengancaman Wanita Hamil di Batam Buka Suara: Dia Terdesak Biaya Nikah!
Seorang Pria Mengacungkan Sebilah Pisau ke Seorang Karyawati yang Sedang Hamil di Sebuah Perusahaan di Lubuk Baja, Batam, Rabu (30/07/2025). (foto. batamnews.co.id).
Batam, Batamnews - Keluarga Rasyid Ridha, terduga pelaku pengancaman terhadap seorang karyawati hamil di sebuah perusahaan di kawasan Lubuk Baja, Kota Batam, angkat bicara soal motif di balik aksi yang viral tersebut.
Abdul Rauf Sofyan, abang dari Rasyid, menjelaskan bahwa aksi nekat adiknya itu dipicu oleh permintaan kompensasi kerja yang menurutnya belum dibayarkan oleh perusahaan tempat Rasyid dulu bekerja. Ia menyebut, tekanan ekonomi dan kebutuhan mendesak untuk biaya pernikahan menjadi alasan di balik tindakan sang adik.
"Adik saya meminta haknya berupa insentif dari perusahaan. Ditambah lagi, ia sedang membutuhkan dana untuk biaya pernikahannya yang direncanakan pada 9 Agustus 2025," ujar Abdul kepada batamnews.co.id, Rabu (30/07/2025) malam.
Meski begitu, Abdul menegaskan bahwa keluarga tidak membenarkan aksi pengancaman yang dilakukan Rasyid. Mereka menyayangkan tindakan tersebut, meskipun memahami kondisi yang membuat Rasyid terdesak.
"Kami keluarga sangat menyayangkan kejadian ini. Apa yang dilakukan adik saya memang tidak dibenarkan. Tapi yang dituntut itu adalah haknya, sesuai dengan aturan di PP 35 Tahun 2021 tentang kompensasi kerja," kata Abdul.
Ia juga mengkritisi pihak perusahaan yang dinilainya tidak responsif atas permintaan mantan karyawannya itu.
"Informasi yang kami terima, adik saya sudah beberapa kali meminta haknya, tapi tidak diindahkan. Mungkin karena tekanan ekonomi, dia akhirnya bertindak seperti itu. Kami berharap persoalan ini diselesaikan secara objektif dan adil," tambahnya.
Kronologi Kejadian
Sebelumnya, seorang pria bersenjata tajam menerobos ke dalam sebuah perusahaan di Lubuk Baja dan mengancam sejumlah karyawan, termasuk seorang karyawati yang sedang hamil. Peristiwa itu terekam dalam video pendek yang beredar luas dan diterima redaksi batamnews.co.id pada Rabu sore (30/07/2025).
Dalam rekaman, pelaku tampak mengenakan jaket dan helm sambil mengacungkan pisau ke arah karyawan.
"Ibu videokan saya, saya juga videokan ibu dan bapak. Bapak menjanjikan uang kami kemarin," teriak pelaku dalam video tersebut sambil mengarahkan pisau ke arah seorang karyawati.
Karyawati yang sedang hamil itu berusaha menenangkan pelaku dengan suara gemetar, meminta agar senjata diturunkan.
"Pisaunya diturunkan, pisaunya diturunkan," ucapnya dengan nada cemas.
Perusahaan yang merasa terancam langsung melaporkan insiden itu ke Polsek Lubuk Baja.
Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas Ardianto, membenarkan adanya laporan tersebut.
"Benar, kami menerima laporan dari seorang karyawati yang sedang hamil, terkait pengancaman oleh mantan karyawan menggunakan sebilah pisau. Pelaku datang menuntut insentif dari perusahaan," jelas Iptu Noval.

Komentar Via Facebook :