HKI: Batam Punya Potensi Ekonomi Tinggi, Perlu Sinergi Semua Pihak

HKI: Batam Punya Potensi Ekonomi Tinggi, Perlu Sinergi Semua Pihak

Grafik pertumbuhan ekonomi di Kepri tahun 2025 (Foto: Batamnews)

Zuhri Muhammad

Batam, Batamnews – Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Akhmad Ma’ruf Maulana, menilai Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam, memiliki proyeksi pertumbuhan ekonomi dan investasi yang sangat tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini didorong oleh besarnya nilai proyek strategis nasional (PSN) dan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang tengah dan akan dikembangkan di wilayah tersebut.

“Nilai proyek dari PSN dan KEK di Kepri, khususnya Batam, bukan angka kecil, bisa mencapai ratusan triliun. Namun semua itu butuh good will dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Ma’ruf kepada Batamnews.co.id, baru-baru ini.

Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, Badan Pengusahaan Batam, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemilik lahan harus segera diperkuat. “Kalau semua ini berjalan dengan sinergi, saya yakin pertumbuhan ekonomi dan investasi bisa jauh lebih tinggi,” tambahnya.

Jadi intinya...
  • Potensi Ekonomi & Investasi Batam dan Kepri punya proyeksi pertumbuhan ekonomi dan investasi yang tinggi.
  • Didukung proyek strategis nasional (PSN) dan kawasan ekonomi khusus (KEK).
  • Total potensi investasi mencapai Rp200 triliun hingga 2030.

Deretan Proyek Strategis Nasional dan KEK di Batam

Ma’ruf menyebutkan setidaknya empat PSN utama di Batam:

  • Tanjung Sauh (juga berstatus KEK)

  • Galang – Wiraraja GESEIP

  • Rempang Eco City

  • Pulau Ladi

Sementara itu, empat kawasan ekonomi khusus (KEK) yang menjadi tulang punggung pertumbuhan investasi di Batam saat ini antara lain:

  • KEK Nongsa Digital Park

  • KEK MRO Lion Air

  • KEK Kesehatan Sekupang

  • KEK Tanjung Sauh

Pertumbuhan Ekonomi dan Target Investasi

Data pertumbuhan ekonomi terbaru menunjukkan:

  • Batam: 6,69%

  • Karimun: 6,45%

  • Bintan: 8,89%

Ma’ruf optimistis angka pertumbuhan ini bisa didorong hingga 8 persen atau lebih jika potensi yang sudah ada dimaksimalkan. Ia menyebut terdapat 29 perusahaan yang bergerak di bidang solar cell dan solar panel di Kepri, menunjukkan tingginya minat terhadap sektor energi baru terbarukan (EBT).

“Sekarang waktunya membuka kran. Industrinya sudah ada, lahannya ada, tinggal kita duduk bersama menyelesaikan tata ruang dan percepatan izin,” ujarnya.

Potensi Kepri dalam Perdagangan Global

Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian seperti konflik dagang dan geopolitik di Timur Tengah dan Asia Selatan, Ma’ruf menilai Kepri bisa menjadi oase baru investasi. Potensi sumber daya seperti pasir silika di Galang, serta pengembangan industri semikonduktor, menjadi peluang besar jika ditangkap serius.

Ia menargetkan total potensi investasi hingga tahun 2030 bisa menembus Rp200 triliun, dengan partisipasi perusahaan dari Amerika Serikat, Jerman, Jepang, hingga Tiongkok.

“Produk kita harus kompetitif—murah tapi berkualitas,” ujarnya.

Sebagai pembanding, SEZ Johor Malaysia telah mencatat investasi lebih dari USD 6,4 miliar atau lebih dari Rp100 triliun pada kuartal pertama 2025. Sementara itu, Batam baru mencatat USD 1,6 miliar pada periode yang sama.

“Investasi besar butuh waktu panjang. Tapi sekaranglah saatnya kita percepat,” tegas Ma’ruf.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :