Karantina dan Bea Cukai Perkuat Pengawasan Perbatasan Lewat Patroli Laut Terpadu di Kepri

Karantina dan Bea Cukai Perkuat Pengawasan Perbatasan Lewat Patroli Laut Terpadu di Kepri

Upaya menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia kembali diperkuat melalui sinergi strategis antara Badan Karantina Indonesia, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri), dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Karimun, Batamnews – Upaya menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia kembali diperkuat melalui sinergi strategis antara Badan Karantina Indonesia, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri), dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau.

Kolaborasi ini diwujudkan dalam operasi patroli laut terpadu bertajuk jaring Sriwijaya dan jaring Wallacea di wilayah perbatasan perairan Kepulauan Riau.

Operasi gabungan yang digelar Selasa (29/7/2025) ini melibatkan berbagai pihak dalam pengawasan dan penindakan lalu lintas barang, terutama komoditas pertanian, perikanan, dan produk turunannya yang tidak dilaporkan melalui prosedur karantina.

Kepala Karantina Kepri, Herwintarti, menekankan pentingnya sinergi dalam operasi ini sebagai bentuk transformasi kelembagaan untuk menjaga kedaulatan negara.

“Keberhasilan ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang perencanaan, strategi, dan sinergi yang matang. Koordinasi intensif antara Karantina dan Bea Cukai menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga pintu-pintu masuk dari ancaman peredaran barang ilegal maupun komoditas hewan, ikan dan tumbuhan yang tidak terjamin akan kesehatannya,” ujar Herwintarti.

Dalam konteks geografis, Kepulauan Riau memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura. Kondisi ini menjadikan Kepri sebagai salah satu titik rawan perlintasan barang ilegal.

"Karenanya perlunya pengawasan terpadu antara Karantina dan Bea Cukai dalam mencegah peredaran komoditas ilegal yang tidak terjamin kesehatannya, sehingga dapat mengancam ketahanan pangan dan kelestarian sumber daya hayati Indonesia," jelas Herwin.

Selama operasi berlangsung, tercatat 16 kali penegahan terhadap barang ekspor-impor ilegal, mulai dari bahan pokok hingga barang pabean lainnya. Lebih lanjut, Karantina dan Bea Cukai mencatat empat kali penindakan (Mei - Juli 2025) terhadap komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang tidak memenuhi syarat karantina dan kepabeanan, dengan total volume mencapai 824,5 ton. Semua hasil penindakan tersebut telah ditangani melalui pemusnahan dan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama, turut memberikan apresiasi terhadap keberhasilan operasi ini.

“Sinergi, kolaborasi dan koordinasi yang kuat adalah kunci utama dalam menjaga perairan dan kedaulatan ekonomi Indonesia. Keberhasilan operasi ini tidak terlepas dari kontribusi semua pihak dalam upaya mencegah masuk dan tersebarnya barang ilegal dan berbahaya dari luar wilayah Kepri,” tegasnya.

Sebagai penutup, dilaksanakan upacara penutupan patroli laut terpadu yang digelar di Aula Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Balai Karimun. Acara ini dihadiri oleh pejabat penting dari berbagai lembaga dan instansi, termasuk Brigjen Pol. Irwansyah dari Kemenko Polhukam, Laksamana Pertama TNI Fauzi dari Koarmada I, Irjen Pol. Asep Safrudin selaku Kapolda Kepri, serta Ketua DPRD dan Forkompimda dari berbagai tingkatan di Kepulauan Riau.

Sebagai penegasan komitmen Karantina Kepri dalam menjaga wilayah perbatasan, Herwin menyampaikan:

"Melalui kegiatan ini, Karantina Kepri menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi menjaga perairan Indonesia dan keamanan pangan Indonesia dari ancaman komoditas ilegal dan hama penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan," tutup Herwin.

 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :