Gojek Serahkan Data ke Polisi Terkait Teror Orderan Fiktif ke Kantor Media di Kepri
Kantor Batamnews saat didatangi sejumlah driver setelah dibombardir orderan fiktif (Foto: Batamnews)
Batam, Batamnews – Pihak operator transportasi online Gojek menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan kepolisian dalam mengusut kasus orderan fiktif massal yang menyasar tiga kantor media di Provinsi Kepulauan Riau, yakni Batamnews, Tribun Batam, dan Ulasan.
“Kami sudah berikan data yang dibutuhkan ke pihak kepolisian (Polda Kepri),” ujar Head of Regional Corporate Affairs Gojek, Mulawarman, kepada Batamnews.co.id, Rabu malam, 30 Juli 2025.
Mulawarman menegaskan bahwa Gojek mengecam keras segala bentuk intervensi terhadap kerja jurnalistik dan mendukung penuh kebebasan pers.
“Gojek menjunjung tinggi peran penting jurnalisme dan menyayangkan insiden yang terjadi di Kepulauan Riau, termasuk Batam, di mana beberapa kantor media menjadi korban tindakan tidak bertanggung jawab,” ungkapnya.
- Bentuk Teror Baru: Orderan fiktif massal ke tiga kantor media (Batamnews, Tribun Batam, Ulasan) dinilai sebagai bentuk teror digital, bukan sekadar keisengan.
- Media Jadi Target: Seratusan driver ojol (Gojek dan Grab) tertipu, diarahkan ke alamat kantor media oleh pelaku anonim.
- Gangguan Aktivitas Pers: Insiden ini mengganggu kerja jurnalistik dan menciptakan tekanan psikologis terhadap wartawan dan redaksi.
- Penyalahgunaan Teknologi: Fitur layanan pengiriman pada aplikasi ojek online disalahgunakan sebagai alat serangan.
- Respons Gojek: Gojek menonaktifkan akun pelaku dan menyerahkan data ke polisi.
- Grab belum memberikan tanggapan resmi.
- Tuntutan Keamanan Aplikasi: Perlu peningkatan sistem keamanan dan verifikasi pada aplikasi untuk mencegah penyalahgunaan.
Kasus ini bermula dari teror digital berupa orderan fiktif massal menggunakan fitur layanan pengiriman barang yang diarahkan ke kantor media. Sekitar lebih dari seratus driver Gojek dan Grab berdatangan ke alamat kantor media karena menerima orderan palsu dari akun tak dikenal.
Setelah menerima laporan, Gojek langsung melakukan investigasi internal dan menonaktifkan akun pelaku order fiktif guna mencegah kerugian lebih lanjut.
Langkah Penanganan oleh Gojek:
Memberikan peringatan kepada penerima pesanan agar tidak membayar jika merasa tidak memesan.
Menyediakan mekanisme pelaporan melalui aplikasi Mitra Driver.
Edukasi bagi Mitra Driver untuk lebih waspada terhadap order mencurigakan.
Ganti rugi kerugian driver akibat order fiktif agar tidak terdampak secara finansial.
Mulawarman menegaskan, Gojek terus berkomitmen menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pihak dalam ekosistemnya.
“Kami siap mendukung proses investigasi oleh pihak berwajib dan akan terus ambil langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Komentar Via Facebook :