Laos Bantah Baku Tembak dengan Kamboja, Thailand dan Kamboja Saling Tuduh Soal Peluru Artileri
Senjata roket milik Kamboja.
Batam, Batamnews – Sumber dari Tentara Rakyat Laos (Lao People’s Army) menyangkal laporan adanya pertukaran tembakan antara pasukan Laos dan Kamboja, menyebut kabar tersebut "tidak benar."
Media resmi militer Laos, Lao People’s Army News, juga menegaskan tidak ada laporan resmi mengenai insiden tersebut.
Sebelumnya, sejumlah media melaporkan bahwa militer Laos mengeluarkan pemberitahuan darurat yang menyebut terjadi baku tembak sengit antara pasukan Laos dan personel bersenjata Kamboja yang diduga melintasi perbatasan secara ilegal.
Laporan itu menyebut 10 orang ditangkap dan senjata disita, disertai tangkapan layar pernyataan yang diklaim berasal dari pihak militer Laos.
Baca juga: Perang Meletus di Perbatasan Thailand-Kamboja, Korban Jiwa Terus Bertambah
Namun, setelah diverifikasi, tangkapan layar tersebut ternyata berasal dari pernyataan Pasukan Operasi Khusus Militer Provinsi Champasak, Laos, yang dirilis Jumat, 26 Juli 2025.
Pernyataan itu menyebutkan bahwa selama bentrokan antara pasukan Thailand dan Kamboja pada 24-25 Juli, 10 peluru artileri mendarat di wilayah Laos. Namun, tidak jelas pihak mana yang menembakkan peluru tersebut.
Pemerintah Kamboja membantah laporan yang diunggah di media sosial oleh Angkatan Darat Thailand (Wilayah Kedua) yang menyatakan bahwa peluru yang jatuh di Laos berasal dari pasukan Kamboja.
"Otoritas Laos belum menuduh atau menyelidiki kasus ini, tetapi pihak Thailand sudah menyalahkan Kamboja," kata Jenderal Brigadir Maly Socheata, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, dalam konferensi pers.
Dia menegaskan bahwa pasukan Kamboja "hanya melakukan serangan balasan dengan menargetkan pangkalan militer Thailand," sekaligus membantah laporan media Thailand yang menyebut Kamboja mengancam akan menggunakan rudal jarak jauh PHL03 untuk menyerang Thailand.
Sementara itu, Komando Wilayah Kedua Angkatan Darat Thailand dalam unggahan media sosialnya menyatakan bahwa peluru yang jatuh di Laos selama bentrokan perbatasan Thailand-Kamboja berasal dari pasukan Kamboja.
Pihak Thailand menyatakan penyesalan atas kerusakan rumah dan properti warga Laos, tetapi setelah berkoordinasi dengan Laos, dikonfirmasi bahwa peluru tersebut bukan dari pasukan Thailand melainkan ditembakkan oleh Kamboja.
Sebelumnya, Channel 7 Thailand melaporkan bahwa 10 peluru artileri jatuh di Laos pada Sabtu pagi, merusak rumah warga. Pihak terkait masih menyelidiki asal-usul tembakan lintas batas tersebut.
Insiden ini memperlihatkan ketegangan yang meningkat di perbatasan Thailand-Kamboja, dengan Laos kini terdampak secara tidak langsung. Ketiga pihak masih saling menyangkal, dan investigasi lebih lanjut terus dilakukan.
Komentar Via Facebook :