Korban Tewas Serangan Kamboja ke Thailand Capai 12 Orang, Termasuk Anak 8 Tahun – Evakuasi Massal Dilakukan

Korban Tewas Serangan Kamboja ke Thailand Capai 12 Orang, Termasuk Anak 8 Tahun – Evakuasi Massal Dilakukan

Kondisi salah satu desa di Thailand (Foto: Facebook)

Nurjali

Batam, Batamnews – Jumlah korban tewas akibat serangan artileri Kamboja ke wilayah sipil Thailand telah meningkat menjadi 12 orang, termasuk seorang anak laki-laki berusia delapan tahun, dengan lebih dari 30 orang terluka, menurut keterangan resmi Angkatan Darat Thailand.  

Hingga pukul 14.15 waktu setempat pada Kamis, 25 Juli 2025, pihak berwenang Thailand mengonfirmasi bahwa serangan pendukung dari pasukan Kamboja telah menghantam zona sipil, mengakibatkan korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan properti. 

Serangan ini terjadi setelah pasukan Kamboja melancarkan serangan artileri ke wilayah Thailand menyusul serangan pagi hari terhadap pangkalan militer Thailand di dekat Kuil Ta Muen Thom, Provinsi Surin.  

Baca juga: "Jaga Ayahku": Kata-kata Terakhir Pilot Sebelum Pesawat Air India Jatuh

Menurut laporan resmi, wilayah yang terdampak meliputi:  

  • Surin: Dua warga sipil tewas, termasuk seorang anak laki-laki berusia 8 tahun; empat warga sipil terluka; lima tentara cedera.  
  • Ubon Ratchathani: Satu warga sipil tewas; empat orang luka berat.  
  • Sisaket: Delapan warga sipil tewas, termasuk seorang remaja 15 tahun; 15 warga sipil terluka; satu tentara tewas dan dua lainnya cedera.  
  • Buriram: Satu warga sipil terluka.  

Serangan ini juga menyebabkan kerusakan properti, termasuk rumah warga, lahan pertanian, dan hewan ternak di sejumlah daerah.  

Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand, Somsak Thepsuthin, mengutuk keras aksi Kamboja, menyebut serangan tersebut sebagai tindakan tidak manusiawi dan pelanggaran berat terhadap kedaulatan Thailand.  

"Pemerintah akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menanggapi agresi ini dan memastikan keselamatan warga kami," tegas Somsak dalam pernyataannya.  

Angkatan Darat Thailand juga menegaskan kesiapannya untuk membela kedaulatan negara. "Angkatan Darat Kerajaan Thailand sangat mengutuk tindakan kekerasan terhadap warga sipil oleh pasukan Kamboja. Thailand siap melakukan segala tindakan militer yang diperlukan," bunyi pernyataan resmi mereka.  

Di Distrik Kap Choeng, Provinsi Surin, dua orang tewas dan dua lainnya terluka setelah roket BM-21 dari Kamboja menghantam sebuah desa. Evakuasi massal terhadap sekitar **40.000 warga** ke tempat penampungan darurat sedang dilakukan.  

"Dua roket menghantam desa pada pukul 09.40 pagi saat warga sedang menunggu evakuasi," ujar Kepala Distrik Sutthiroj Charoenthanasak. Korban tewas adalah seorang anak 12 tahun dan seorang dewasa. 

Baca juga:  Pangeran Al-Waleed bin Khalid, 'Sleeping Prince' Arab Saudi, Meninggal Setelah 20 Tahun Koma

Sementara itu, di Si Sa Ket, dua orang dilaporkan tewas dan banyak lainnya terluka setelah roket Kamboja jatuh di sebuah supermarket di SPBU Ban Phue. Gubernur Watthana Phutthichat menyatakan bahwa dua korban tewas adalah pelajar.  

Tim pemadam kebakaran Thailand menemukan jenazah mereka di antara reruntuhan. Sebuah video insiden tersebut diunggah oleh Kawasan Angkatan Darat ke-2 di Facebook pada pukul 11.30 pagi.  

Hingga berita ini diturunkan, situasi di perbatasan masih tegang, dengan pasukan Thailand dalam siaga tinggi. Pemerintah Thailand terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan pihak internasional untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.  

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :