Video Diduga Pasukan Kamboja di Perbatasan: Tak Pakai Baju, Bawa Senjata AK-47 Hadapi Serangan Thailand
Video penampakan pasukan kamboja di perbatasan.
Batam, Batamnews – Sebuah unggahan viral di media sosial X (Twitter) memperlihatkan dugaan penampakan pasukan perbatasan Kamboja yang terlihat sangat tradisional, bahkan tidak mengenakan seragam tempur lengkap.
Beberapa personel terlihat hanya mengenakan pakaian sipil, sementara yang lain tidak memakai baju namun tetap membawa senjata laras panjang seperti AK-47 hingga peluncur roket.
Unggahan tersebut diklaim berasal dari akun milik salah seorang tentara perbatasan Kamboja. Citra ini memicu perdebatan mengenai kesiapan dan kondisi pasukan Kamboja di garis depan konflik dengan Thailand, yang belakangan semakin memanas.
Sementara itu, laporan terbaru menyebutkan bahwa pasukan Thailand terus melakukan serangan ke wilayah Kamboja sejak pagi ini (25 Juli 2025). Wilayah Tambon dikabarkan dibombardir, dengan suara ledakan yang terdengar lebih jelas dari sebelumnya.
Yang lebih mengkhawatirkan, Thailand dilaporkan telah menggunakan rudal balistik jarak jauh untuk menyerang wilayah Kamboja.
Selain itu, AS dikabarkan sedang mempertimbangkan tindakan terhadap Thailand jika terbukti melanggar ketentuan penggunaan pesawat tempur F-16 untuk menyerang Kamboja.
Menanggapi serangan tersebut, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja, Letnan Jenderal Maly Sucheata, dalam konferensi pers sore ini menyatakan bahwa Thailand telah melakukan serangan ilegal menggunakan bom klaster, drone, dan pesawat F-16.
Beberapa wilayah yang menjadi sasaran antara lain Phnom Trat, Tathav, Phnom Khaing, Okasneh, Anss, Mombei, Ta Moan Thom, dan Ta Krabey.
"Thailand semakin meningkatkan penggunaan senjata dan mengerahkan pasukan ke wilayah kami. Ini adalah pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Kamboja, bertentangan dengan Piagam PBB dan ASEAN," tegasnya.
Lebih lanjut, Letnan Jenderal Maly menyebut bahwa pada 24 Juli 2025, Thailand juga menjatuhkan bom di kawasan Candi Preah Vihear, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO, menyebabkan kerusakan signifikan.
Baca juga: Negara Tetangga RI Memanas, Baku Tembak Terjadi di Perbatasan Gegara Sengketa
"Thailand bahkan menembaki wilayah sipil, termasuk pagoda dan pemukiman warga. Ini tindakan tidak bertanggung jawab dan memicu ketidakstabilan regional," tambahnya.
Kamboja mendesak masyarakat internasional untuk mengutuk tindakan Thailand dan menuntut pertanggungjawaban atas pelanggaran yang dilakukan.
Sementara situasi semakin memanas, kekhawatiran akan perang terbuka antara kedua negara terus meningkat. Apakah konflik ini akan meluas atau bisa diredam melalui diplomasi? Semua mata kini tertuju pada respons ASEAN dan PBB.
Komentar Via Facebook :