Viral! Fakta Sejarah Pacu Jalur Kuansing Ternyata Lebih Tua dari yang Dikira

Viral! Fakta Sejarah Pacu Jalur Kuansing Ternyata Lebih Tua dari yang Dikira

Pacu Jalur yang kini viral.

Nurjali

Riau, Batamnews – Budaya Pacu Jalur di Kuansing, Riau, semakin viral di dunia internasional, menarik perhatian global terhadap tradisi yang telah mendarah daging bagi masyarakat Rantau Kuantan. 

Namun, sejarahnya yang selama ini dikaitkan dengan perayaan ulang tahun Ratu Belanda Wilhelmina ternyata perlu diluruskan.  

Selama ini, narasi sejarah menyebutkan bahwa Pacu Jalur pertama kali digelar pada 1904 untuk merayakan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina, yang saat itu berkuasa di Hindia Belanda. 

Baca juga: 1.434 Orang Korea Selatan Datang ke Kepri Jan-Mei 2025, Tumbuh 8% 

Namun, temuan dokumen Belanda berjudul "Dwars Door Sumatra" (1895) membuktikan bahwa tradisi ini sudah ada sebelum Kuantan dikuasai Belanda (1904).  

Dalam buku tersebut (hal. 27-28), disebutkan bahwa di sepanjang Sungai Kuantan, masyarakat telah menggelar "berpacu Perahu" (lomba perahu) sebagai bagian dari perayaan tradisional. Dokumen ini sekaligus membantah klaim bahwa Pacu Jalur bermula dari perayaan kolonial.  

Menurut tetua adat, Pacu Jalur berawal dari kebiasaan masyarakat mengangkut hasil bumi menggunakan perahu kecil (jalur) di Sungai Kuantan. 

Lambat laun, kegiatan ini berubah menjadi ajang balap, hingga akhirnya berkembang menjadi perlombaan perahu besar sepanjang 30-35 meter, terbuat dari satu batang kayu utuh.  

Jika merujuk dokumen 1895, usia Pacu Jalur pada 2025 seharusnya minimal 130 tahun, bukan 120 tahun seperti yang selama ini dihitung sejak 1904. Temuan ini memperkuat bahwa tradisi ini murni budaya lokal, bukan warisan kolonial.  

Kini, Pacu Jalur tak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Riau, tetapi juga daya tarik wisata global. Dengan fakta sejarah yang terungkap, diharapkan pelestarian dan pengakuan budaya ini semakin kuat, baik secara nasional maupun internasional.  

Baca juga: Pesona Batu Kasah, Permata Wisata Alami yang Menyimpan Legenda di Natuna

"Ini bukti bahwa Pacu Jalur adalah warisan leluhur kami, bukan pemberian Belanda," tegas seorang budayawan Kuansing.  

Dengan temuan dokumen bersejarah ini, Pemerintah Daerah dan komunitas budaya diharapkan dapat meluruskan narasi sejarah sekaligus mempromosikan Pacu Jalur sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang diakui UNESCO. 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :