Mengenal Kampung Yudowinangun: Kampung 3D di Tanjungpinang & Sejarah Tempat Berkumpulnya Orang Jawa
Salah satu Masjid di Kampung Yudowinangun Tanjungpinang.
Tanjungpinang, Batamnews – Pernah dinobatkan jadi Kampung Gang 3D Yudowinangun yang terletak di Gang Pari, Kelurahan Tanjungpinang Barat, resmi menjadi bagian dari Kampung Wisata di Kota Tanjungpinang, kampung ini menyimpan banyak cerita khususnya bagi para pendatang dari Pulau Jawa.
Kampung Yudowinangun dulunya dikenal sebagai salah satu konsentrasi warga keturunan Jawa di Tanjungpinang.
Meski sebagian besar penduduknya sudah menggunakan bahasa Indonesia dengan logat Melayu dalam keseharian, budaya Jawa tetap hidup melalui kesenian seperti klenengan dan pertunjukan tradisional saat perayaan hari besar atau pernikahan.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Batam & Tanjungpinang 6 Juli 2025: Hujan Ringan hingga Berpotensi Petir
Seiring waktu, kampung ini semakin berkembang dengan beragam etnis yang turut menetap. Menurut cerita, luas Kampung Yudowinangun kini hampir setengah dari wilayah Kota Tanjungpinang.
Merujuk dari majalah intisari Ada beberapa teori tentang kedatangan orang Jawa di Tanjungpinang, mulai dari masa penjajahan Belanda, Jepang, hingga era kemerdekaan. Masing-masing gelombang migrasi memiliki ciri khas dan cerita unik tersendiri.
Pada masa kejayaan ekonomi Tanjungpinang di era 1950-an hingga 1963 (masa dollar), kehidupan masyarakat cukup makmur.
Kala itu, dolar Singapura menjadi alat tukar yang umum digunakan. Gaji pegawai negeri saat itu sekitar S$300–S$350, dan harga makanan sangat terjangkau—bahkan seseorang bisa kenyang hanya dengan 35 sen.
Baca juga: Resep Tradisional Bolu Ketan Hitam Kukus: Lembut, Harum, dan Dijamin Anti Bantat!
Bagi warga Tanjungpinang yang penasaran dengan karya seni 3D di Kampung Yudowinangun, bisa langsung berkunjung tanpa dipungut biaya. Diharapkan, kehadiran kampung wisata ini dapat menjadi destinasi menarik sekaligus memulihkan sektor pariwisata pasca-pandemi.

Komentar Via Facebook :