Tembus 23 Juta Transaksi, BI kepri Targetkan QRIS Jadi Gaya Hidup Digital

Tembus 23 Juta Transaksi, BI kepri Targetkan QRIS Jadi Gaya Hidup Digital

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, mengungkapkan optimisme tinggi di balik capaian terbaru QRIS di Kepri. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kini tak sekadar menjadi alat transaksi. Lebih dari itu, QRIS telah menjelma menjadi jembatan antara kemudahan teknologi dan pertumbuhan ekonomi akar rumput, terutama di wilayah Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, mengungkapkan optimisme tinggi di balik capaian terbaru QRIS di Kepri. Hingga Mei 2025, volume penggunaan QRIS telah mencapai 23,64 juta transaksi. Angka ini melonjak 105,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Jumlah itu bahkan sudah melewati setengah capaian sepanjang tahun 2024 yang mencatat 33,94 juta transaksi,” ujar Rony saat ditemui di Batam, Selasa (8/7/2025).

Dengan tren pertumbuhan yang stabil, BI Kepri menargetkan jumlah transaksi QRIS dapat menembus angka 50 juta hingga akhir 2025. Menurut Rony, target tersebut sangat realistis melihat antusiasme masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital.

Tak hanya volume transaksi, nilai transaksi pun menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga Mei 2025, total nilai transaksi QRIS di Kepri tercatat mencapai Rp3,34 triliun, atau tumbuh 95,73 persen secara tahunan. Sebagai perbandingan, sepanjang 2024 nilai transaksi QRIS di Kepri mencapai Rp5,03 triliun.

“Ini artinya baru lima bulan saja kita sudah menembus lebih dari setengah dari capaian tahun lalu. Saya yakin nominal transaksi akan terus naik seiring makin luasnya akseptasi QRIS,” tutur Rony.

Pencapaian ini bukan hanya sekadar deretan angka. QRIS membawa dampak nyata bagi pelaku usaha kecil, termasuk pedagang kaki lima dan UMKM di pulau-pulau terluar Kepri. Dengan hanya bermodalkan cetakan kode QR, pedagang kini bisa melayani pembayaran digital tanpa perlu mesin EDC atau kartu kredit.

“Kalau dulu butuh EDC atau kartu debit, sekarang semua orang bisa menerima pembayaran digital. QRIS benar-benar demokratis. Biaya rendah, alatnya simpel, dan bisa digunakan siapa pun,” jelas Rony.

Selain memudahkan transaksi, QRIS juga mendukung perputaran dana kembali ke sistem perbankan sebagai dana murah. Menurut Rony, hal ini penting untuk mendukung pembiayaan produktif. Data transaksi yang terekam pun menjadi jejak digital yang berguna bagi lembaga keuangan dalam menilai kelayakan kredit pelaku usaha kecil.

QRIS Sentuh Pelosok, Jembatani Perbatasan

QRIS juga telah merambah ke pasar tradisional, warung kecil, hingga pedagang kaki lima di wilayah hinterland Batam, Tanjungpinang, Karimun, hingga Natuna. Tak hanya warga lokal, wisatawan dari Malaysia dan Singapura pun kini dapat membayar jajanan kaki lima di Kepri hanya dengan sekali pindai.

“Inilah wajah baru Kepri. Digital, cepat, dan merata. Kami ingin QRIS benar-benar menyentuh semua lapisan,” ujar Rony.

Dengan capaian ini, BI Kepri berharap QRIS dapat benar-benar menjadi gaya hidup masyarakat. Anak muda menggunakan QRIS di kedai kopi, ibu-ibu di pasar pagi, hingga pedagang kecil yang kini semakin percaya diri melayani transaksi digital.

“QRIS menciptakan ekosistem yang aman, transparan, dan efisien. Kami berharap jumlah pengguna, merchant, dan nilai transaksi akan terus tumbuh,” tutup Rony.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :