Untungnya Melayu Singapura
Abang Mat. (Foto: dok.Pribadi)
Oleh: Abang Mat
Apa yang saya pikirkan andai saya adalah orang yang lahir dan membesar di singapura?... andai semua moyang saya asli Singapura, bahkan sejak sebelum sir Thomas Stamford Raffles datang. Sebagai orang Melayu di (Kepulauan) Riau, hal ini dulu sering terlintas di pikiran saya. Oleh sebab itu saya pindahkan pikiran-pikiran saya ke dalam tulisan ini.
Disebabkan jumlah orang Melayu yang sebanyak 20% dari jumlah keseluruhan bangsa Singapura, maka yang terpenting adalah dengan mengubah cara berpikir saya. Caranya? ... dengan menganggap Singapura seperti New York, yang juga merupakan pusat keuangan dunia. Menganggap diri tinggal di kota yang pangkatnya sama dengan New York. Pembentukan pola pikir ini sangat penting bagi kehidupan sehari-hari.
Dengan pola pikir begini, otomatis akan menyenangkan perasaan. Apa sebab? ... coba bayangkan ada 20% orang Melayu di New York, sebagai masyarakat New York... ini luar biasa. 20% orang Melayu di kota seperti New York itu artinya sudah tergolong banyak. Karena New York adalah tujuan perantau dari seluruh dunia untuk bekerja, ratusan suku dari seluruh dunia berkumpul di New York. Sebagai bangsa Singapura, banyak keuntungan yang didapat orang Melayu. Inilah keuntungan-keuntungan itu dalam pandangan saya ...
1. Nilai uang yang sangat besar. Tak jauh beda dengan dollar Amerika Serikat. Hal ini sangat dirasakan keuntungannya saat orang-orang melayu Singapura berwisata ke Indonesia atau Malaysia. Dengan nilai uang yang besar juga, orang-orang Melayu Singapura menjadi gampang saat mau berwisata ke Amerika Serikat, Kanada, dan negara-negara Eropa yang sangat jauh dari Singapura, bukan sesuatu hal yg mewah. Begitu juga apabila untuk menjalani pendidikan di negara-negara barat, tentunya selama pandai mengelola keuangan.
2. Sebagai pusat bisnis internasional di kawasan Asia, artinya sangat banyak perusahaan-perusahaan multinasional yang berkantor di Singapura. Ini adalah kesempatan besar bagi semua orang Melayu di Singapura untuk bisa bekerja di tempat-tempat ini, contohnya seperti di Citibank, Chevron, Exxon, Hilton, atau paling tidak menjaga kedai-kedai di Marina Bay Sands. Yang terpenting adalah memenuhi syarat, yaitu latar belakang pendidikan dan kemampuan. Dengan kebiasaan hidup bijak, akan banyak uang yang bisa dikumpulkan. Misalnya untuk pendidikan anak-anak dan menambah bekal hari tua.
3. Perlengkapan prasarana kota yang cenderung lengkap. Hal ini sangat bisa dirasakan oleh pendorong orang berkursi roda. Semua perjalanan terasa lebih sedap karena serba lancar, tak ada hambatan yang bisa melambatkan pergerakan pendorong kursi roda. Karena apa?... karena kotanya memang dibuat semanusiawi itu. Bukan hanya sedap untuk kalangan yang sehat tapi juga untuk kalangan yang sedang tak sehat. Begitu juga dengan jaringan keterhubungan antar daerah yang sudah sempurna karena dukungan semua perlengkapan pengantaran umum. Mulai dari teksi, bas, sampai kereta.
4. Sebagai pribumi di Singapura orang Melayu mempunyai jatah tetap di parlemen, meskipun melayu adalah kelompok kecil di Singapura. Hak-hak kepribumian orang Melayu di Singapura di atur dan dijalankan dengan baik oleh pemerintah. Contohnya di parlemen, di setiap perode sekurang-kurangnya 10% anggota parlemen adalah orang Melayu. Dengan keadaan yang sama di Indonesia (yang juga merupakan kelompok kecil atau minoritas), orang Melayu tidak sampai 10% di parlemen pusat Indonesia. Bahkan orang Melayu di Singapura sampai menjabat presiden. Ini adalah sesuatu yang membanggakan.
5. Sebagai satu dari tiga masyarakat terbesar yang membentuk bangsa Singapura, orang Melayu diuntungkan dengan mempunyai saluran pemberitaan sendiri. Yaitu Suria, Ria, Warna, dan Berita Harian. Semua saluran berita ini berkegiatan dalam bahasa Melayu. Contohnya Suria yang menampilkan berita dengan bahasa Melayu, cerpen-cerpen berbahasa Melayu, dan beragam agenda lokal lainnya. Semua saluran ini menjadi sumber pemberitaan yang sangat penting bagi kalangan orang Melayu. Bahkan orang Prancis yang tinggal di Singapura pun, tidak dibuatkan saluran berita resmi khusus berbahasa Prancis.
6. Keuntungan lainnya adalah ukuran makanan yang besar-besar. Kenyataan ini bisa kita sadari saat kita sedang makan di singapura. Misalnya makan nasi briyani, nasi padang, ayam penyet, atau KFC. Ayamnya sangat besar. Membuat kita yang membelinya menjadi sangat bersemangat dan senang saat makan. Ini sangat berbeda dengan ayam-ayam yang dijual di restoran-restoran di Indonesia, yang ukurannya kecil-kecil. Hal ini selanjutnya berpengaruh pada penampilan diri, menghasilkan badan yang besar dan tenaga yang lebih banyak.
7. Lingkungan di Singapura sangat mendukung setiap orang Melayu untuk bisa berbahasa Inggris dengan selancar-lancarnya. Karena sejak sekolah sudah dibiasakan bercakap dengan bahasa Inggris, bahkan banyak keluarga Melayu sekarang yang membiasakan bercakap dengan bahasa Inggris kepada anaknya sejak kecil di rumah. Tapi meskipun begitu, tetap tak membuat orang Melayu kehilangan kemampuan berbahasa Melayu. Karena bahasa Melayu juga dipelajari di sekolah sebagai bahasa pilihan pertama. Dengan dukungan semua saluran berita Melayu, maka bahasa Melayu semakin gampang dipelajari dan diamalkan dengan sesama orang Melayu, atau dengan orang-orang yang faham bahasa melayu.
8. Terakhir... Singapura sudah dibangun sejak awal abad 19 berkat pertolongan orang-orang Inggris. Itulah sebabnya sampai sekarang kita bisa melihat berragam gedung peninggalan Inggris yang tetap berdiri kokoh. Contohnya seperti gedung victoria, hotel raffles, dan rumah-rumah lama inggris yang bergaya Melayu. Sangat menyenangkan. Ditambah lagi dengan gedung-gedung baru yang dibuat sejak Singapura merdeka, misalnya gedung Maybank di SCBD yang semakin menambah pesona arsitektur Singapura sebagai kota bersejarah yang selalu yakin menghadapi masa depan.
Demikianlah beberapa keuntungan yang dialami orang Melayu di Singapura sejak lahir, dari sekian banyak keuntungan yang tak ditulis di tulisan ini. Semua keuntungan ini tentunya bisa terwujud karena adanya pemerintah yang terpercaya dan masyarakat yang taat aturan. Walaupun biaya hidup mahal tapi keuntungan-keuntungan yang dialami orang Melayu di Singapura juga adalah teranggap layak. Hal ini bisa disadari saat dibandingkan dengan keadaan orang Melayu di Thailand dan Indonesia. Orang melayu Singapura sangat beruntung.
Penulis adalah peminat berita-berita mancanegara dan provinsinya. Lahir di zaman R Usman Draman dan membesar di zaman RA Aziz.

Komentar Via Facebook :