Kasus HIV Remaja di Batam Turun Drastis, Dinkes Sebut Efek Kampanye Edukasi Mulai Terasa

Kasus HIV Remaja di Batam Turun Drastis, Dinkes Sebut Efek Kampanye Edukasi Mulai Terasa

Ilustrasi

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Upaya promotif dan preventif yang gencar dilakukan Dinas Kesehatan Kota Batam dalam menekan penyebaran HIV/AIDS mulai membuahkan hasil yang menggembirakan. Sepanjang Januari hingga Mei 2025, tercatat hanya 10 kasus HIV pada kelompok usia remaja 15–19 tahun. Angka ini turun drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 44 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengungkapkan bahwa penurunan sebesar 77,3 persen ini merupakan indikasi awal efektivitas berbagai program edukasi dan skrining yang menyasar generasi muda.

“Januari hingga Mei ini ada 10 kasus HIV dari kelompok usia 15–19 tahun, terdiri dari 9 laki-laki dan 1 perempuan. Sementara pada tahun 2024, terdapat 44 kasus, dengan rincian 37 laki-laki dan 7 perempuan,” ujar Didi saat dikonfirmasi, Kamis (3/7/2025).

Jika dirata-ratakan, tahun lalu terdapat 3,6 kasus per bulan. Kini, angka itu turun menjadi dua kasus per bulan. Bila tren ini terus berlanjut, Dinas Kesehatan memperkirakan jumlah total kasus HIV di kalangan remaja sepanjang tahun 2025 hanya akan mencapai sekitar 24 kasus—jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, Didi mencatat bahwa tren kasus HIV di kalangan remaja masih didominasi oleh laki-laki. Pada 2024, 84 persen kasus berasal dari remaja laki-laki, dan tahun ini meningkat menjadi 90 persen. Hal ini menjadi perhatian tersendiri.

“Ini sinyal bahwa edukasi dan intervensi harus lebih spesifik, menjangkau remaja laki-laki dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter dan lingkungan sosial mereka,” jelasnya.

Beberapa faktor yang disebut berperan dalam penurunan angka kasus ini antara lain adalah peningkatan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan seksual di sekolah dan komunitas, pendekatan skrining yang lebih proaktif, serta peningkatan akses layanan kesehatan yang lebih ramah remaja.

Meski begitu, Didi mengingatkan bahwa data ini masih bersifat sementara karena hanya mencakup lima bulan pertama tahun 2025. Potensi peningkatan angka kasus tetap ada akibat keterlambatan pelaporan atau belum seluruhnya terlaporkan dari fasilitas kesehatan.

“Untuk itu, skrining tetap kami lakukan secara berkala, terutama pada kelompok usia produktif, sebagai bagian dari strategi pengendalian HIV yang berkelanjutan,” tambahnya.

Sebagai langkah lanjutan, Dinas Kesehatan Kota Batam mendorong agar program edukatif tidak hanya dilanjutkan, tetapi juga diperluas hingga menjangkau remaja di luar lingkungan sekolah yang kerap tidak tersentuh intervensi formal. Pihaknya juga merekomendasikan dilakukannya studi kualitatif untuk menggali lebih dalam soal persepsi, hambatan, dan kebutuhan remaja dalam mengakses informasi serta layanan HIV/AIDS.

“Penurunan ini adalah sinyal baik, tapi kita harus pastikan bahwa ini bukan hanya sekadar fluktuasi statistik. Kesadaran dan gaya hidup sehat harus terus dibangun secara konsisten,” pungkas Didi.

 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :